Ketika pak Satpam melengkapi diri dengan Batu ConBlock


tkp – Jalan JatiKramat…
Diluar kompleks nampak dua kelompok ormas saling berhadapan, bahkan saling bersisihan… Satu ormas yang sohor dengan Jaket Loreng warna Orange.. Satunya kalau nggak Pangsi hitam ya baju Koko hitam dan gelang akar bahar. Lengkap dengan pecis hitam sebagai pelengkap.
Dari dalam gedung  nampak para satpam berseragam hitam nampak bersenjatakan batu paving (con block)..
Tidak nampak suasana tegang.. malahan suasananya keriaan peresmian sebuah supermarket.. Lantaran bangunan gedung nangkring tinggi diatas jalan raya sedemikian dengan kemiringan jalan  sekitar 30 derajat masih ditambah kerjaan lain ambil kartu di gardu parkir…
Akibatnya banyak kendaraan mati langkah dan mulai mundur mendadak.. Antrean masuk kendaraan mengular sampai jalan raya JatiKramat..
Disinilah tugas pak Satpam dengan Paving Blocknya menyiapkan ganjal kendaraan yang mundur.. Daripada jadi kasus tabrakan mundur beruntun..
Advertisements

Air mengalir sampai…..telinga pancalongok


Date: Thu Mar 9, 2000 6:19 am
Subject: Mendengar air mengalir sampai…..telinga pancalongok

Seruan MATIKAN LAMPU jika meninggalkan rumah, ternyata tidak boleh dianggap nenek nyinyir. Para pancalongok akan mengamati rumah yang pada siang hari lampu tamannya masih menyala, apalagi lampu beranda depan masih byar-byaran. Bromocorah ini akan segera tertarik mendatangi rumah yang siang bolong masih perlu penerangan. Pasti orangnya keluar kota. Untuk konfirmasi mereka, saluran got anda akan didengarkan gemercik air mengalir. Air beriak tanda tak dalam, air mengalir tanda ada orang didalam (rumah) Kalau lampu menyala dan air ndak mengalir. Prospek deh untuk dijahilin.

Tambahan: Penyanyi Andri Hehanusa biasa meninggalkan rumah tanpa pesan. Sekali tempo dia bilang ke Satpam. “Pak titip rumah, saya mau keluar kota untuk Show”. Pulangnya, rumahnya dikerjain orang. Ini saya lihat di TiPI.

Pancalongok di rumah saya


Date: Wed Mar 8, 2000 9:02 pm

MUDAH-MUDAHAN BELUM BOSAN MEMBACA CERITA SAYA. TAPI BUKAN UNTUK NAKUT-NAKUTI, CUMA BIAR WASPADA.

Selasa 7 Maret, ada masyaalah di rumah saya , tapi seperti kata Bawang Putih, “nggak ada masyaalah.” Rupa-rupanya saya seperti disitir teman: “you are happy when you are not”. Kalau nggak begini, mana ada ide bikin cerita muncul.

Disuatu hari, dimusim yang lalu, ketika hujan rintik, seorang anak muda, rambut disemir merah, mengetuk pintu pagar, tek, tek, tek. Entah mengapa dipersilahkan masuk ke rumah saya oleh PRT. Rupa-rupanya dia mengaku temannya LIA anak saya. dan jebret … dia masuk kedalam rumah, dan matanya celingukan kesana-kesini.

Pandangannya tertuju ke meja komputer saya. Mulailah pancalongok ini memegang kamera Minolta dan sebuah Portable CD-Rom. Lagunya masih klise, sok akrab, disuruh Oom memperbaiki alat-alat tersebut diatas. Para PRT masih percaya dengan omong manis mereka sekalipun OMDO.

Kata-kata Oom ditelinga PRT, pasti orang dekat. Indoktrinasi saya, mengatakan jangan lekas percaya kepada siapapun. hari itu pupus diingatan mereka. Barang mulai diwadahi untuk “diperbaiki.” Masih tanya, notebooknya sekalian. Notebook Toshiba Pentium 133/32MB masih ada di kantor.

Jebret….

Mimbar Yunior datang, 13 th, dari sekolah. Yunior curiga ketika tamu yang jauh lebih dewasa darinya kok tamunya mulutnya ndremimil tapi nggak nyambung, ah pasti cuma orang cari story – pikirnya. Dia coba mengkonfirmasi kedatangan tamu dari “SYDNEY” ini kepada saya. Yang jauhnya cuma 60 menit, 10 lampu merah, 10 kali bocah kicrik, 3 kali pak ogah. Semeru, Makaliwe, Kiyai Tapa, S. Parman, Gatotsubroto, Warung Buncit, TB Simatupang.

Ketika mencoba memutar nomor HP saya, ternyata wireless di kamar tamu sudah dilumpuhkan. Caranya, adaptor dicabut, baterey didalam wireless juga dicabut. Cuma yunior saya tidak kehilangan akal, dia masuk ke kamar tidur saya, dan langsung menghubungi saya. 0811806549, kring, papa ada orang bla…bla…bla.

Mister Pancalongok memang hebat. Dia ambil tilpun dari tangan anak saya dan mulai tanya e-mail saya, e-mail anak saya. Akrab dan PeDe aja. Katanya dia mau menitipkan VCD untuk anak saya di Singapore. Padahal saya banyak kirim IndoMie yang makannya pakai Indonesia tanah air beta……

(Padahal kepada yunior di rumah dia bilang mau bawa Kamera dan CD-Drive ke Singapore). Tapi ketika pertanyaan perimilan diperinci lagi, dia bilang e-mailnya kena virus. Dia memberi e-mail kepada saya sbb:

NET.COM.IDU.@

Jreeengggg…. Saya mencium sesuatu tidak beres. dari email aborsi begini kita tahu orang ini berniat tidak baik. Rasa-rasanya Bill Gates maupun Linux belum pernah membuat domain seperti yang ia tuliskan. Lantaran di interogasi terus oleh Yunior, maka dia jengah. Kamu ada “les” nanti ya, katanya.

Nggak saya nggak les, saya dirumah nunggu papa saya, kata Yunior.

Tamu dari SYDNEY pamitan tanpa berhasil membawa barang apapun. Para PRT, menurut Yunior saya malah gojeg didepan. Rupa-rupanya latihan dan peringatan saya sudah bablass di otak mereka. No talk to stranger !

Anak saya di Singapore, saya hubungi, negative, tidak kenal dengan nama seperti yang disebutkan.

Thats close….!