Public Library


Perpustakaan umum ini namanya SENGKANG Public Library. Terletak di lantai 4.

Ada buku yang dipinjam cucu sudah waktunya dikembalikan. Sekalipun bukan anggota saya bisa mengembalikannya. Saya tinggal cemplungkan seperti kalau memasukkan surat di kantor pos. Selebihnya mesin bertanggung jawab. Tidak ada manusia disana.

Tapi, deuh deuh, sudah di lantai 4, Kopang-kaping ke TKP kok ya masih ditempeli setan lupa. Alias celingukan.

Kebetulan ada sekuriti. Dia sedang asik memandang kerumunan orang di lantai dibawahnya. Pandangannya seperti orang Madura Pantai, melihat tumpukan Garam di pantai Madura, dan ada orang berteriak memberi pengumuman bahwa rasa Garam itu Asin.

Saya mendatanginya :”Uncle do you know where is the Public Library” – biasanya orang keturunan Melayu rada singgung kalau kita pakai bahasa Inggris.

Tapi mana saya tahu dia Melayu atau Ghurka.

“There is no Public Library” tukasnya. Nah lho.

Saya sekarang memandangnya seperti kalau ada orang Madura bertanya “Asinkah rasa Garam?”

Sontoloyonya dia malahan “Why are you looking for Public Library?”

Saya menyadari kesalahan… “Okay Uncle, where is the Library so I can read a book, magazine..”

Dan bergumamlah dia seperti “kalau dari tadi bilang Library saya sudah tahu. Ini pakai Public Library segala”

Padahal didindingnya tertulis Sengkang Public Library..

Jangan-jangan si babang sekuriti saat sahur tadi pagi lupa banyak minum. Jadi tidak fokus.

Advertisements