Betapa Artinya Sebuah Nama


Sahabat Sri Endang memposting cucunya akan di Vaksin. Lantaran jaraknya 60km, maka usulannya berangkat jam 07:00 “ben ora macet” – tetapi kakek nenek ritual panggilan alamnya rada padat dan “demanding”. Alhasil jam 09:00 cabut dan sampai Cikarang jam 11:00. Masih SOSO.

Nama cucunya NAJWA, waktu maju ke meja pendaftaran, sang Ibu “ULL” baru menulis nama eh  cucu langsung nyeletuk “Najwa pakai “J” – ibunya protes, emang mama yang kasih nama tidak tahu. Anaknya yang sudah tidak kecil lagi menjawab kadang ada yang menulis pakai “Z” kok. Ibu malahan pernah menulis Najwa menjadi Naswa. Ibunya terdiam. Anak jaman Now.

Itu episode pagi dari Cimanggis. Dari seorang nenek aselinya Sri Endang Susilowati di KTP menjadi Endang Susilowati, dan mau diubah ribetnya bukan buatan.

****
Lain Cimanggis lain pula tanah perdikan kami desa  “RawaBogo.”

Beberapa tahun lalu, seorang bocah komplek minta di khitan. Kami yang mendengar langsung mendaftar untuk menjadi “biang keladi“-nya. Hulu sampai hilir. Transportasi ke dokter semua “lump sump”. Tau beres.

Biasanya akan ada ritual membagikan besekan. Pemberitahuan kepada tetangga teparo akan sebuah langkah penting seorang Bani Adam.

Masih dalam lumpsump. Giliran saya dikasih tugas mencetak nama, atensi, agar sang penerima besek (maksudnya ya kotak kardus), tidak bingung dari mana ini. Dan yang penting doanya jangan-jangan salah kamar misalnya Semoga Arwah Beliau diterima YME. Kalaupun ngeles “maksudnya” Arwah Kulit yang dikubur tadi.

Redaksi sudah saya rancang.. Namun yang tidak boleh ngarang adalah nama sang IP (Injured Person), lha dipotong kan sakit.

Maka ibunya saya tanya nama anaknya terutama ejaannya. Misalnya setelah huruf S apakah pakai “H” atau pakai J atau Y atau setelah hurup pertama S langsung diikuti A..

Pertanyaan saya SHA, SJA, SYA atau SA saja.

Weleh, sang ibu yakubeng lantas plencing tunggang langgang kerumahnya. Sepertinya melakukan rapat dengan sang Imam. Setengah jam kemudian nama yang disepakati adalah SA.

Jadi cucu ibu Sri Endang Susilowati yang di KTP tertulis Endang Susilowati atas nama Najwa pakai “J” sudah melakukan hal yang benar. Jeremy Tety ingat betul perkenalannya dengan pesulap Deddy Corbuzier. Berkali-kali Deddy mengingatkan Jeremy bahwa nama keduanya Corbuzier.. Tapi masih ada yang menulis Cobuzier zonder “r”

Saya yang diberi nama SEPUTRO, menjadi Saputro, menjadi Saputra ya gara-gara monat-manut nama diubah dengan alasan kata Shakespeare “Apa Arti Sebuah Nama”. Bahkan kelahiran 4 Maret bisa di Rapot tertulis 19 Maret. [Baru nggresula setelah 65 tahun].

Nama selalu ada artinya. Kecuali berharap ditolak naik pesawat sebab nama tidak sesuai KTP. Atau harus ke “Court” di Singapura diangkat sumpah di depan Hakim negeri Sono untuk sebuah pernyataan BAHWA NAMA SAPUTRO dan SAPUTRA adalah orang yang sama. Dan yang tidak ngenakin, saat itu Anya cucu saya mulai bosan dan berlarian di lantai Mezzanine Mahkamah Singapore. Suara anak berlarian diatas panggunng memang gaduh.

Ibunya yang sudah kesal, lapar, karena seharia antri, m akhirnya mencubit sang putri. “kakek nenek tertunduk sedih“.

BETAPA ARTI SEBUAH NAMA

Advertisements

Passport


Kalau Passport anda habis pada 01 November 2017 dengan masa laku 1 Nov 2012 sampai 1 November 2017 , maka praktis anda tidak bisa bepergian sejak Mei 2017, alias enam bulan  sebelum Jatuh Tempo.

Misalkan  anda urus perpanjangan passport bulan Mei 2017, maka masa kadaluwarsa pasport diubah dari 1 Mei 2017 sampai 1 Mei 2022. Setiap masa perpanjangan Pemilik pasport selalu dirugikan enam bulan.

Tengok negara lain seperti Singapura (negeri kecil lah), kalau menengok Amerika nanti ditolak.  Tiga bulan sebelum hari H habis masa berlaku, warga cukup mendaftar ONLINE. Sekitar seminggu datang pemberitahuan bahwa Passport yang baru (zonder di korting bulannya), sudah selesai, silahkan datang pada pukul Sekian (harap tepati jam yang ditunjuk). Passport sudah bisa dipakai. Nggak mbelibet kudu cap ini itu, foto ini itu, apalagi instruksi “LENGKAPI BERKAS DENGAN FOTOCOPY a,b,c,d sampai Z”

Ternyata passport kulit merah Singapura ini sudah masuk akreditasi “Passport Powerful” di jagat. Lho negara kecil Bro, bagaimana bisas  passportnya paling hebat mengalahkan negara adidaya Jerman yang selama ini ada ditampuk teratas.

APA PENILAIANNYA

Passport Singapura membebaskan warganya mondar mandir ke luar negeri 159 negara tanpa Visa. Dan Negeri yang dituju memberikan lampu hijau “zonder visa”. Ini soal bagaimana kerjasama luar negeri antar negara.

Amerika saja masih belum masuk katagori tersebut. Pasalnya Papi Trump membuat Turki dan Negara Afrika bereaksi mencabut kebebasan Visa kepada Amerika.

 

passport

 

 

Human Error


Penerbangan Pagi – Wayangan..

Sepantesnya kalau punya pesawat bilang boarding jam 06 bakda subuh plus menitnya keriting, maka “Resolusi” hari tersebut adalah setidaknya jam Opat-Saperapat (4.25 pagi), kita musti dah dimari di Cengkareng. Maka bisa dibayangkan kalau tinggal di Bekasi saya kudu lek-lekan, wayangan dengan sedikit “power nap” tidur-tidur ayam dengan HP, semua dipasang alarm yang jedanya cuma beberapa detik…

Bingung van Keder..

Sampai di terminal, mulai saya mengecek loket pelaporan (check in).. Tentunya yang dicari adalah papan Informasi Penerbangan.

Tilang..tileng… Dagu mendangak sampai kulit tengkuknya bisa dibikin dompet koin, lalu menunduk sampai dagu menyentuh leher, ternyata loket pelaporan untuk nomor penerbangan pesawat saya masih seperti Jendral Caleg kita yang main petak umpet dengan Kejaksaan.. Duh Gustiiii apa saya salah terminal?.

Akhirnya kami mendekat seorang Kartini sedang duduk dan ditangannya setumpuk alat yang biasa ditemui di Takashimaya Orchard Road lantai 1, alias benda kecantikan..

Mbak permisi, nomor penerbangan sekian… itu check in dima…..“, belum selesai hurup “NA” dituntaskan dia menjawab sambil biji matanya menatap lurus tak berkedip ke papan bedak.. Sampai berfikir jangan-jangan terminal udara kita sedang bekerja sama dengan perusahaan alat kecantikan, dan salah satu Konsultan kecantikan adalah  mbak yang berpakaian seragam Angkasa Pura..Yang sedang duduk berhias..

“Belum Buka!”– ia  menyalak..

Sekarang dia berubah bentuk seperti Kopasus Cebongan..

Saya bisa terima dengan legowo jawaban ini. Namun nanti dulu, Toko sebelah saya (istri) lain perangai, ia jadi beringas…. “Saya bukan mau check in tapi mau tanya loket berapa nomor pesawat saya ini, di papan sana kok tertulis terminal C.”

Aku bisikin ya.. masalahnya dipapan yang saya lihat tertulis semua pesawat masuk Gate “D” – lha kok pesawatku kok nyentrik masuk di Gate “C”

Petugas yang menjawab sambil asik mengoles lipstick “Barangkali ya di terminal C…” dan itu biasa diartikan harus siap menyeret barang bagasi pindah dari terminal 2 ke terminal 1.. Tapi apa iyu saya sebloon itu ya..

Setelah jadi kitiran sesaat (kitiran kan dipontang panting kiri kanan puter puter), akhirnya ada petugas berkenan memberikan keterangan… Memang tulisan terminal “C” itu menurut mereka “hanya komputer error“… Yang bener sebener-benernya ya Pintu D.. Leganya aku ndak perlu pindah terminal..

Kita musti maklum, kalau Radarpun yang menentukan Nyawa ratusan manusiapun error apalagi cuma papan Pengumuman yang kadang sifatnya lebih kosmetik ketimbang fungsional…

Sayapun terima boarding pass. Kelar melewati pemeriksaan imigrasi, sampek boyok linu (pinggang sakit) cari terminal “F” ternyata ..ndak ada itu terminal yang saya cari… Saya tanya ke petugas imigrasi, passport kami ditahan lalu saya diminta lapor balik ke counter petugas ngantuk…

Tapi eiiit nanti dulu… passport diserahkan seseorang tak dikenal? emang mau cari perkara.. Passport adalah Layang Kalimushada masa kini..

Toko sebelah saya perintahkan menunggui sang petugas imigrasi sementara saya berlari kecil macam orang lari kecil dari Safa ke Marwa full sumpah serapah..tetapi sejujurnya saya senyam-senyum dalam bathin sambil mulai menulis diawang-awang.. Enaknya hobi menulis, semua problema bisa dikonvesi menjadi tulisan..

Petugas mungkin kali ini nyawanya sudah kumpul semua. Ditengoknya boarding pass lantas dicocokkan dengan kamputer didepannya. Cuma Merenges petugas lalu sret sret boarding pass pakai spidol diubah dari F menjadi D “Oh iya… harusnya D pak bukan F….

Hari itu dia cuma stok Merenges.. “Sorry atau Maaf lagi menghilang macam solar”
Hukumnya di rimba Penerbangan adalah Datang Ngepas Dijamin Laat binti terlambat, namun andai mengandai datang terlalu awal dijamin bingung binti sebingung-bingungnya.

Catatan: Pulangnya nanti..kalau ada lagu Badai Pasti Berlalu ternyata laguku Badai pasti Berlanjut… (pinjam status FB mas Ditto)

Pasporku ada dua hijau semua warnanya


Bukan-bukan karena saya seperti di filem macam Bourne Identity yang tokohnya memiliki passport banyak lantas dar..der..dor menembak dan ditembaki orang sebatalion lecetpun tidak.

Pasalnya saat mengganti passport yang lama, Visa 457 Australiaku masih berlaku. Lantas diberi wejangan oleh para ahli bahwa sebaiknya jangan memindahkan visa yang cuma selembar “thil” tadi ke passpor baru dengar resiko dicuri. Apalagi beberapa tahun lalu pasportku didalam mobil pernah dibobol alap-alap dengan cara menebar paku menggaet tas orang.

Daripada..daripada (maksudnya daripada menanggung resiko ditanggung resiko penumpang), maka paspor lama ditandem dengan yang baru. Ketakutan teratasi.

Namun yang muncul, adalah pihak imigrasi setelah membuka paspor lama ada saja yang main tembak “kok visa kamu kadaluwarsa setahun lebih…?”

Yang bener aja Cing ! – gerutuku dalam hati.

Lalu buku baru dikebet kekanan, dikebet kekiri. Akhirnya lembar yang memiliki Visa masih valid saya tekuk dan ditempeli lidah kertas agar lebih mudah mencarinya disuatu saat.

Saya pikir persoalan sudah selesai…

Visa Bikin Yak Ubeng

Imigrasi di Perth bergumam, “passpor negeri sampeyan salah satu yang membuat saya Yak Ubeng karena sistemnya complicated..” – saya tidak ngeh apa yang membuatnya Yak Ubeng (mubeng-mubeng, Palembang, pusing tujuh kali jari-jari kali jari-jari kali empat pertujuh). Sebelumnya ada dua kali begitu mendarat di Perth saya dipanggil ke ruang khusus. Alasannya paspor saya di catat ulang, padahal saat di loket sudah ada mesin scanner yang memindai informasi mengenai saya.

Tapi selama kita dibekali dokumen lengkap, semua tidak menjadi masalah.

Kegunaan paspor lama adalah untuk bukti kepada pihak pajak Australia, misalnya, bahwa mereka menariki pajak orang yang tidak tinggal di Australia. Taunya bahwa kita bukan penduduk Australia tentu dari stempel yang blang blontheng di paspor kita.

Usaha memperpanjang passport di Australia


konsulat_perth.jpg

Sebuah siang yang melelahkan di kota Perth lantaran musim panas begini suhu mencapai 40 derajat selsius. Saya baru saja keluar dari halaman konsulat Indonesia di jalan Adelaide – Perth. Itupun hanya berada di luar pagar konsulat lantaran konsulat sudah tutup sehingga saya memencet bel dan bicara didepan aiphone untuk menanyakan kemungkinan memperpanjang passport.

Sementara pagar konsulat yang tinggi bercat hitam kokoh dan angkuh menolak kedatangan seorang buruh minyak macam saya.

Rabu Februari 2007 menunjukkan pukul tiga petang waktu setempat. Passport saya sudah kurang dari enam bulan masa lakunya, keadaan banjir di Februari 2007 membuat saya ragu apakah pelayanan publik di Jakarta bisa diharapkan diandalkan. Baru sadar bahwa setiap tahun baru acara tahunan kota Jakarta bulan berikutnya adalah hujan dan banjir.

Suara diujung sana nampaknya tidak banyak menolong. Ternyata di Australiapun urus passport harus sepuluh hari kerja, sementara anak saya di Singapore hanya perlu menginapkan pasport dua malam dan mendapatkannya kembali pada hari ketiga. Di Indonesia dengan sedikit penambahan biaya maka pengurusan passport bisa dipercepat.

Saya sudah kapok mengurus sendiri passport maupun Visa. Lama dan bolak balik menghabiskan waktu.