DAPET MELON DIMANA..BERAPA DUIT?


TKP – Pasar Tradisional -Grogol

Perempuan bersepeda ini sedan melewai jalan Muwardi Grogol ketika mendadak ia dihadang pengemudi sepeda motor. Lalu terjadilah percakapan..

“Pok, dapet beli gas dimana?” – tanya yang dibonceng Sepeda motor. Si perempuan lalu menunjuk ke arah pasar. Tetapi maksudnya toko di sebelah pasar..

“Toko engkoh Apin tuh!” – tapi kalau beli dia minta segel dicabut ditempat. Pasalnya gas lagi susah kenapa engkoh punya persediaan. Bisa-bisa kena perkara dikira menimbun.

Pembicaraan ibu rumah tangga yang paling blingsatan kalau gas masak habis berlangsung lancar kendati mereka tidak saling mengenal..

Advertisements

Stroom – insentif dan deinsentif


Heboh pro dan kontra  insentif dan deinsentif PLN di televisi kadang menggemaskan.

Kalau diparodikan mirip aturan kerajaan entah berantah yang mengatakan warga berbobot kurang dari 70kg bakalan diganjar hadiah dari raja sementara yang diatas 70kg bakalan didenda. Skornya jelas, anda akan didenda sebab rakyat memiliki bobot rata-rata 70,5 kg. Sebuah akal-akalan tidak cerdas.

Padahal ketimbang menaikkan sewa listrik mengapa tidak membenahi misalnya pencurian listrik yang banyak dilakukan oleh pabrik-pabrik besar, instansi pemerintah, sampai ke desa. Padahal sisi ini jelas-jelas pemborosan energi dan uangnya tidak masuk kocek PLN.

Lalu saya melirik negeri serumpun yang kita kerap mencemooh “negeri kecil,” yaitu Singapura. Baru-baru ini mereka membuat usulan insentif sebesar 120dollar per bulan untuk tagihan listrik dan air karena satu perusahaan.

Di Singapura sebuah keluarga kecil, rata-rata mengeluarkan biaya listrik dan air dan gas perbulannya pada kisaran 150 dollar.

Dengan insentip yang ditawarkan pemerintah Singapura warga perbulan hanya mengeluarkan biaya 40dollar (termasuk gas).

Dan insentip ini dilakukan terhadap semua warganya sebab selama ini perusahaan listrik di Singapura merasa sudah mengambil untung berlebihan.

Lha kapan kita bisa mengikuti “negeri kecil” yang tidak punya sumber daya alam seperti gas alam, minyak, air, batubara , tidak perlu menenggelamkan KedungOmbo untuk kebutuhan listrik

Apa karena “negeri kecil” tadi mereka bisa makmur?

Juga negeri ini sedang rasan-rasan memperkenalkan listrik dengan sistem “pra-bayar” sehingga berapapun rumah tangga memerlukan listrik tinggal beli voucher di gerai-gerai listrik lalu masukkan kode dan selesai.

Seperti pernah saya katakan. Negeri serumpun kita ini banyak sekali stok ide mengganggu kita, termasuk membuat saya iri terhadap mereka.