Bakso BeliBIS


Babang Bakso ini mangkal di Komplek Ambharapura, sebuah komplek perumahan Perwira Tinggi TNI AU,  sehingga Top dengan nama Komplek Kodau. Bahkan jalan raya disana diberi nama jalan raya KODAU.

Tapi jangan kecele kalau tak secuilpun potongan pesawat dipajang disana. Dan jangan sekali-sekali berpikiran  mengubah nama komplek menjadi Bebek OffLine lantaran pesawat motor bebek yang kita temui disana milik babang Ojek.

Di kali Gapura bersayap yang mengindikasikan ada bau-bau “Angkatan Udara” – inilah babang Bakso Tahu mangkal disana. Saya baru tahu ini hari. Gegara tadi mengantar paket. Saya parkir pas didepan si babang. Dan terpesona melihatnya  sibuk sekali melayani pembeli.

Seperti tahu bahwa saya “kemecer” kepingin bakso tahu, oleh Toko Sebelah saya dibelikan semangkuk. Idep-idep upah nganterin beliau ke JNE yak. Seperti biasa, kami termasuk mahzab radikal anti “Saus” berkulit kemerahan. Eh si babang seperti baca pikiran, dia bilang -“Saus saya merek Belibis”  – jadi tidak usah kuatir ampas singkong dicelup wantex – katanya berpromosi.

Sudah sekali bilang Say No to Saus, jadi nggak enak hati mau ubah pikiran. Tetapi itu tidak mengubah cita rasa bakso tahunya yang glek.

 

 

Advertisements

ULAR


GAGAL PAHAM
Komplek saya setahun belakangan ini mulai bermunculan bangunan megah.

Tak ayal lagi lahan tidur selama ini yang cuma ditanami singkong asalan. Maksudnya asal tancap ya sudah.. zonder maintenance seperti di “dangir” atau di koret. Dengan sendirinya Ilalang, putri malu, senthe, rumput, kemboja, pisang semua tumbuh tumpang tindih. Kini semua harus dibabat habis.

Akibat pembangunan – tak heran para penghuni tak ber bersertifikat seperti Musang, Tikus, para Burung termasuk segala macam reptil mulai bingung menghadapi perubahan.

Para Ular-ular terutama, mereka ternyata tidak secerdas digambarkan sebagai mahluk penggoda yang akalnya banyak. Ular malahan gagal paham dalam menyikapi berkurangnya lahan sehingga sering kepergok manusia, dan karena dia bukan Budiman van Cilacap, maka eksekusi terhadap dirinya dilangsungkan waktu singkat dan dalam tempo yang singkat dan seksama.

Padahal kalau sekedar masuk ke halaman saya seperti teman-teman lainnya mungkin nasibnya beda.

Di halaman kami yang sempit, cukup 3 bajay dan 2 motor kreditan parkir maka para ularwan dan ularwati boleh aman datang dan pergi meninggalkan kulitnya.

Pasalnya pohon bambu di halaman rumah sering ditemukan kulit ular “ngelungsumi” ganti kulit. Kadang saya berdoa mudah-mudahan dapat Bambu Buntet yang bertuah itu.

Apalagi selain bambu ada bogenvile, sirih yang memudahkan mereka menggosokkan tubuhnya sehingga kulit terkelupas (ngelungsumi). Burung “trucukan” saja betah bersarang dan mengerami telurnya di beberapa tanaman pot kami yang setinggi bahu saya.

MASUK KEDALAM AC

Kejadian ini sudah berlangsung selama 11 tahun, saya berpesan kepada orang rumah untuk sekedar mengusirnya atau kalau ke halaman depan pakai sepatu boot yang diiklannya bisa menginjak sepatu sang berandal. Dan yang penting jangan membuatnya terkejut atau terpojok.

Pernah sekali tempo, ada ular yang masuk kedalam AC di kamar saya. Mungkin saja setelah berganti kulit dia merasa segar dan iseng ngebolang di rumah saya.

Ular ini berhasil menyelinap diantara pipa pembuangan air yang menurut kami sudah ditutup semen namun nyatanya ular gede bisa nongkrong mengintip saya tidur. Dan saya melakukan aktivitas adam dan hawa (dulu tapi).

Rupanya ularwan ini sambil tangan dan tangan dan kakinya iseng melepaskan sambungan kabel kabel dalam panel listrik AC. Sehingga mendadak AC tak dingin lagi. Keesokan harinya bang AMSAL sang juru teknik AC hampir copot antung sebab begitu cover AC dibuka, sesosok benda hitam ular melata keluar.
Ini ada orang bekerja pada ketinggian 150cm, pakai tangga. Kalau terkejut lalu terjerembab. Urusan bisa panjang.

Mereka otomatis membunuh ular sial tersebut.. Tetapi Adam dan Hawa terlanjur diturunkan ke dunia.

***
UCUP THE JAGAL..

Soal ular Kobra ini, adalah bang Ucup sekuriti kami yang matanya tajam. Dia mungkin ada bakat The Snake Slayer. Ia algojonya. Ia yang kerap mengonangi (mndeteksi) ada ular didekatnya.

Satu malam beneran, saya melihatnya patroli. Lalu seperti biasa kami mengobrol, dan mendadak dia mengarahkan lampu senternya ke rawa..

“Ada anakan ikan gabus tuh.. ”
“Biasanya ada ular didekatnya.”

Mungkin itu sebabnya beberapa anggota masyarakat sering menyangka bahwa ikan Gabus, jelmaan Ular yang berevolusi..

Kalau saja Mantra Penakluk Ular diberikan kepada bang Ucup, lain kali ia tidak perlu memutilasi reptil bingung lahannya diobrak abrik manusia. Cukup misalnya “Lar, move on eluh ke Rawa sonoh..”

MANTRA PENAKLUK ULAR

[Mantra Penakluk Ular adalah Novel Prof Kuntowijoyo yang menceritakan seseorang dapat ilmu bisa mendengar ular berbicara sehingga punya kewajiban menyelamatkan ular dalam suka dan duka dan dalam hidup dan mati..]

‪#‎Kobra‬, ular, pdk, pendidikan, pensiunan, bambu, ularpucuk, bambu buntet

13770466_10208539081247558_2176524387340868782_n
KOBRA

Mesjid Nur Ibadah – jalan Kodau-Bekasi


NO ZAKAT!

Sekitar beberapa tahun lampau – saya mengajak seorang teman untuk salat Jumat disana.

Mesjidnya kurang PANAS, saya tidak suka…” – katanya menolak.

Saya hargai keputusannya beribadah dibarengi kotbah yang membakar. Sebaliknya saya malah suka ke mesjid ini. Pulang dari mesjid ya memang tidak spaning..

Itu cerita sepuluh tahun lalu..

Sejak itu saya  sendirian saja mendatangi mesjid yang jarak tempuhnya hanya lima menit ini.

Siang ini 17/7/16 – saya sudah duduk sampai kram dengkul saya. Untunglah tidak lama kemudian – mikropon mesjid ditepuk prtanda pengumuman akan dibacakan mendahului agenda salat.

Pengumuman berkisar keuangan mesjid manteng diangka 130 juta (dan ini sudah bertahun-tahun), bayar listrik 350 ribu untuk dua bulan, lalu beli lampu cadangan 450 ribu.

Usai pembacaan masalah keuangan, lalu diteruskan ajakan baca Al Fatihah – untuk atensi-atensi tertentu.. Ada lima kali Surah tersebut kami baca bersama.

Pengurus melirik jam dinding dibelakangnya.

Nampaknya masih ada ruang sebanyak lima menit sebelum Azan tanda waktu salat tiba.

Maka pengurus mengumumkan bahwa:

Mesjid Nur Iman tidak menerima Zakat Fitrah.” – beberapa kali kebijaksanaan ini diucapkan. Pesan mereka “anda lebih tahu mana orang yang membutuhkan bantuan..”

“Jadi sekali lagi bapak-bapak (ibu-ibu tidak), kami tidak akan mendatangi rumah anda untuk minta Zakat dan tidak menerima anda datang ke mari untuk urusan itu (zakat)..”

Lalu soal Lebaran – mesjid menyerahkan lebaran kepada Pemerintah..

Biar pemerintah yang menghitung dan menetapkannya setelah Isbat nanti, kita mengikut saja..

Mesjid Nur Iman – tidak memakai Khatib untuk berkhotbah dalam bahasa Indonesia. Alasannya – khatib kadang menyelipkan unsur politik kedalam ceramahnya.

Biarlah mesjid ini seperti tujuan utama orang beribadah…” – demikian pengurus menutup kata sambutannya.

ACC Ustadz..

 

 

Korslet


Setelah beberapa kali dikomplin bahwa rambut saya sudah seperti Rin Tin Tin yang tidak dimandikan beberapa bulan. Maka saya putuskan mengunjungi pangkas rambut langganan yang terletak di jalan Kodau Raya. Tetapi dari kejauhan pintu rumah pangkas nampak tertutup rapat.

Biasanya terbuka “blak..” – apa mereka ikutan bangkrut juga. Kalau iya maka artinya daftar tukang cukur yang tutup di kawasan kami akan bertambah panjang.

Ternyata  alasan pintu ditutup adalah service cukur bertarif tiga jam parkir di Bandara ini sudah memasang  AC. Dan “itu sesuatu banget..”

Sebetulnya saya memilih kursi yang kiri, namun baru saya berdiri bersiap sambil menunggu tukang cukur membersihkan sisa rambut pelanggan sebelumnya – mendadak seorang anak muda nyerondol dan tanpa sungkan langsung “mapan”

“Apa manajemen baru mas? kok mendadak AC?.” – pertanyaan saya ajukan sambil duduk di salah satu dari dua kursi yang tersedia mengingat si Laksana nama pemiliknya tidak nampak. Jangan-jangan sudah pecah kongsi.

“Yang kerja  kami antek-anteknya…”

Ternyata sang bos sekarang datangnya “rada siangan..”.

Dengan adanya AC memang saya tidak pelu disembur angin kering fan yang umumnya sudah telanjang, sebab kawat pelindung sudah lepas entah klemana.. Akibatnya benda berputar ini bisa mengancam jari atau benda apa saja yang menyentuhnya.

Belum selesai puji-puji keberadaan mesin pendingin.  Pelanggan sebelah kiri saya yang menyerobot dengan sukses mengangkat HP-nya.

“Woi brow  guwe Cukur dulu nih Brow” – tapi nadanya seperti “ngobrol yuk.. suntuk nih sendirian..” – dan pembicaraan berlangsung panjang. Akibatnya tukang cukur kadang harus menyetop kerjanya.

Pelanggan memang Raja..- kata saya dalam hati. Dan berhak menyerobot urutan..

Eh baru dirasani dalam diam, mendadak Raja kecil nyeletuk..

“Brow…AC luh panas..bener”

Saya pikir mas Barber akan membawakan kipas manual besar terbuat dari jalinan bulu merak – seperti di filem kerajaan itu lho.

“AC GUE okay. Badan ente yang korslet..” tukas pencukur yang melayani saya.

Lima belas ribu dikasih AC masih nggerutu lagi (katanya dalam hati, mungkin).

@mimbar
mei 2016

 

13139180_10207965044577000_563985677544677874_n

YANG SEDIANYA


PAK TAMIR..dan kata YANG SEDIANYA

Pak Tamir (pengurus) Mesjid kami memiliki gaya bicara yang teratur, kalimat demi kalimat dilafalkan dengan bening tidak berlepotan. Ia biasanya  mengumumkan agenda Salat Jumatan dan beberapa pengumuman lain.

Misalnya..

“Kita mendapat undangan Maulud Nabi yang akan dimeriahkan dengan ceramah dari Ustad XXX selaku Ketua FPI…”

Dua Suku Kata terakhir – bisa magnet, bisa contra magnet bagi pendengarnya. Sepertinya beliau melihat telinga pendengarnya berdiri.. Maka ia meneruskan narasinya pembacaannya.

“Maka selaku umat Islam kita kita akan mengucapkan ….INSHA…..(ada jedda menunggu jamaah menjawab dengan kata ALLAH). Baru beliau akan meneruskan kalimat berikutnya.

Namun ada yang spesifik dari lelaki bertubuh sedang dan berwajah teduh ini:

“Peringatan Isra-Miraj Yang SEDIANYA akan diadakan pada Jumat 6 Mei 2016….” beliau jeda lagi sehingga kami berspekulasi.. Biasanya  kata yang didahului dengan “Sedianya Akan Diselenggarakan” – adalah pertanda  akan ada perubahan waktu.

Tamir meneruskan lagi..

“Akan kami laksanakan pada hari Jumat 6 Mei 2016 …..Bakda (lepas) Magrib..”

Artinya TETAP dong…

Aih.. pak Haji-pak Haji, dikirain ada perubahan tanggal tayang…Ternyata cuma gaya beliau berteka-teki humor.

“Dan sebagi Umat Islam kita mengucapkan …INSHA……” kami menjawab ALLAH..

Mengingatkan masa kecil kalau mendengarkan murid Madrasah sedang belajar..

@mimbar
Mei 2016

“Petugas” membolehkan “U-Turn” di tempat larangan.


TKP di jalan Caman-Bekasi

13076511_10207898403911025_6325654100980380456_n

Saat melintas di jalan Caman – Bekasi saya melihat pemandangan yang terlalu biasa. Namun kali ini ingin saya upload.

Dua pria “berseragam” ini mengenakan atribut seakan-akan mereka dari instansi Dinas Perhubungan (DisHub).  Mereka berdua berdiri di median (pembatas) jalan dengan jarak sekitar 30 meter. Mengutip uang dari kendaraan angkutan seperti Truk atau mobil Pikap. Di tangan mereka nampak lembaran karcis.

Satu dari mereka menggunakan helm dengan seragam lengkap, yang lainnya lumayan lusuh.

Yang unik “petugas” ini  malahan mempersilahkan kendaraan berputar ditempat larangan balik arah..

Ini petugas atau pak Ogah sih..

@mimbar
Mei 2016