NGACIRLAH HAI PULSAKU


Lha piye ini.. Para ibu.. para asisten rumah tangga mereka ndak perlu Twiter, FB atawa Whats App. Mereka cuma butuh bisa menilpun atau ditilpun. Dan provider ini dikantongi kesana kemari sebab – kecil, ringan dan tidak “RIBET”. Sekadar bisa nilpun dan kirim SMS..

Cuma sekarang mereka kebingungan sebab  Zonder bilang ba..bu pesawat tilpunnya sudah tidak menerima “isi pulsa”..

Sekarang nasib pesawat Noki yang tangguh ini harus mangkrak sebab provider SIMCARD sudah mundur dari percaturan tanpa pemberitahuan.. Yang terlanjur isi pulsa ya monggo gigit jari..

Dalam gambar, baterei terpaksa dicabut biar tidak mlendung.. Menyimpan beberapa nomor khusus yang umumnya “Ring Satu Punya”..

 

20160419_060910.jpg

Advertisements

Susahnya kalau Orangnya Satu HP-nya Banyak


Setengah harian saya berada di centra jual beli HP di Jakarta Barat - 
Roxy. Mereparasi perangkat BB saya. BB ini pernah kehujanan dalam 
backpack dan terendam air, tetapi masih digdaya. Tapi kok melihat Tato 
disana sini saya memutuskan ganti casing dengan yang "lisik" - mulus 
(citayam)

Pekerjaan yang dijanjikan 30 menit membuat saya memilih duduk sambil 
memperhatikan aktivitas "konter HP" sekeliling. Nampak sepi, nampak 
tidak mungkin meraup untung, nyatanya mereka tetap eksis dan "kaya". 
Tapi sebetulnya saya sedang memikirkan seorang konter HP mampu menulis 
Novel humor kehidupannya menjadi pelayan Konter.

Gedubrak...Seorang anak muda datang - langsung merangsek disebelah saya 
dengan meletakkan sebuah BB bergaransi dan sebuah Galaxy 1 yang masa 
garansinya selesai pada bulan Mei 2013. Ia bermaksud "barter" tetapi ia 
masih harus nombok 1 Satu Setengah Juta+ satu perangkat BB97. Eh rupanya 
dia tergolong pelanggan kecomelan - “*KoH Guwa denger elo ambil master 
di Mining Australia, ngapain cuma jualan HP?*” -

Si Counter kecut menjawab “*bosen: kerja di Pertambangan...*”

Saya seperti tersentil... Sial bener...

Lalu saya gantian menyahut - Maap kata nih (ikutan karakter haji 
mahyudin) ..Aku ngebleng (blank) soal Note1 apalagi Note2, bedanya apa 
sih sampai anda rela tukar BB dan cash 1,5 juta untuk barter ala tawuran 
(ada barter masih pakai duit).

Jawabannya- “Pekerjaan pak!” - kalau designer - butuh yang bisa 
“ngegambar..”

Lalu matanya dan telunjuknya mengarah ke layar HP. Terdengar suaranya 
kakak kekek.. Lho kok mirip Angry Bird. Anggap saja dia designer game 
Smartphone.

Perasaan badan saya sudah tipis digesek oleh pengunjung lain yang lalu 
lalang di kawasan mirip gang senggol. Tapi BB belum kelar-kelar juga. 
Seorang peempuan bawa baki menyeruduk di- Gang Senggol - sambil 
menawarkan "Makan Siang- Bisa di antar!"

Saya membolak balik address HP saya, hasil koleksi puluhan tahun, bisa 
menghasilkan sekitar 2 ribu alamat. Tidak yakin sebagian masih eksis. 
Sebagian hasil kopi dari Simcard yang dulu cuma bisa 100 alamat dan 
tulis nama musti singkat.

Untuk alamat Rumah Sakit saya sukses secara idiot mulai dengan awalan “R”

Rumah Sakit Hermina

Rumah Sakit Hernia

Rumah Sakit KO

Rumah Sakit BAB

.... dan seterusnya.. Akibatnya kalau saya tekan "R" musti berkutat 
lama. Klinik masuk rumah sakit, pangkalnya "R:"

Lalu karena pergaulan saya dikalangan ibu-ibu teman istri, maka saya 
tulis alamat mereka sebagai:

Bu Siti

Bu Romlah

Bu Bakir 1

Bu Bakir 2 - Kalau Bu Bakir punya Hp lebih dari satu.

...dan seterusnya akibatnya kalau mau cari nama seorang ibu saya harus 
padat merayap mencari satu persatu...

Giliran mengidentifikasi HP istri yang serenteng, terpaksa saya memberi 
kode providernya..

Istri XL

Istri S(untuk Simpati)

Istri M (untuk Mentari)

Tapi yen dipikir-pikir ini istri apa ukuran sandal jepit...

Saya ganti lagi dengan memberi nomor urut..

Istri 1

Istri 2

Istri 3

Istri 4

Giliran HP ke lima saya kebingungan (kan biar adil boleh cuma 4), 
apalagi kesannya saya seperti "tweeter" pengusaha Ayam Bakar dari 
Surakarta.

Jadi untuk HP yang terakhir milik istri saya tulis begini..

“Istri SIMPA”

Persoalannya - kalau tilpun berdering dari HP ke lima -munculnya

Istri SIMPA... Istri Simpa...dan sering otak ini meneruskan Istri 
Simpanan....

Padahal saya ya dari Genus Erectus Monogamikus.

Kirim Pulsa ke Mama Ya…


Malam  ini kami belajar membentuk ketupat dari pak Lanjar sang driver kepercayaan kami. Kecuali saya yang lebih suka membuka FaceBook lalu mulai towal-towel Keponakan yang doyannya menyebar luaskan (broad casting) pesan-pesan mirip dunia dongeng, misalnya mendapatkan IPAD cuma dengan ngeklik sebuah Link. Atau menteror temannya dengan mengatakan bahwa kalau pesan dari “Orang Suci”  tidak disampaikan ke 10email address kita bakalan celaka. Saya paham keponakan saya kurang berkenan dengan kebawelan saya tetapi mudah-mudahan kelak ia bisa menangkap pesan. Intinya jangan menulis Email atau posting yang cuma sekedar copy paste dari internet.

Sudah waktunya bagi anak kelas 1 SMP ini mulai ber BBM atau EMAIL yang bertanggung jawab dan semoga cerdas dan kritis.

Lalu pembicaraan disela menganyam serpihan daun kelapa ini bergeser ke isue penipuan berjudul  SMS kehabisan pulsa, atau SMS mama masuk rumah sakit entah apa lagi.. Sebagai ilustrasi,  Satrio anak saya sempat mengkonfirmasi bahwa ada SMS bilang mamanya di Rumah Sakit. Saya bilang itu SMS penipuan.

Lalu Anita, salah satu tamu peserta kursus membuat kulit ketupat nimbrung – “Emang Hare Gene masih ada orang ketipu SMS. Bodoh sekale.”

Ketika jam 22 masih kurang seperapat, kulit ketupat sudah jadi 30buah dengan ukuran berantakan. Orang geologi bilang “poorly sorted” maka para peserta kursus (ecek-ecek) pada pulang. Tidak terkecuali Zus Anita.

Pagar kami kunci, orang rumah kembali menikmati serial TV judul  DIMANA MELANI yang isinya sebetulnya dimana tidak ada ruang zonder Selingkuhan.  Termasuk pak Kombes Dony yang bukan mengudak-udak jabatan Kapolres tapi malahan istri orang dan tidak lima menit – dia sudah –kring – tilpun dari Anita berteruiak. Pikir ada barangnya ketinggalan.

Ternyata Zus Anita bercerita bahwa begitu masuk rumah mbak Angel mantunya yang tinggal serumah dengannya buru-buru menubruk dengan pertanyaan  “Mama, pulsa yang aku kirim kartu AS Mama yang baru sudah masuk belum..

Deg…., Anita jadi ingat pembicaraan kami belum beberapa menit….

DODOL..” – hare Gene- mantu Guwe kena Limapuluh Ribu Rupiah.. Lagian seumur-umur mamanya yang beliin pulsa kenapa pakai ganti peran…, gerutu wanita berdarah Ambon ini. Padahal tadi siang dia parkir motor ke sebuah Bank di Jakarta, dan selesai transaksi dia sempat panik, kunci motornya sudah tidak bisa dipakai lagi. Sepertinya ada komplotan sedang berusaha mendongkel sepeda motornya.

Kejadian Sebenarnya

Pondok Gede 31 Agustus 2010

Begitu dekat…begitu nyata… Kenyataannya signal HP empot-empotan


Nyatanya demikian. Dari balik kamar kerja lantai enam, BTS providel tilpun selular ini nampak angkuh dan dekat. Pemandangan begitu bebas tanpa terhalang pohon atau bangunan lain. Kalau saya buka jendela kantor di lantai enam maka pikir-pikir satu lemparan batu pasti menara sudah kena timpuk. Kalau yang melempar David dan yang dilempar Golliath.

Teorinya demikian. Kenyataan lapangan berbunyi lain. Signal HP diterima macam radio baterei 1 band dimasukkan gentong tanah liat. Cempreng dan meliuk-liuk.

Akibatnya manakala dapat panggilan tilpun saya mbanyaki ubek-ubekan macam ayam mau nelor cari tempat dipojok kiri salah, pojok kanan salah hanya untuk mendapatkan signal yang lebih baik. Seorang teman SAN – berkantor di salah satu lantai di gedung yang nampak dalam foto Gedung Elnusa. Kami saling berhape dengan susah payah kendati kalau pakai teropong mungkin saja kami dapat saling melihat satu sama lain. Nyatanya tidak demikian.

Kadang kalau sudah sampai tarap frustasi, terpaksa berlari keluar kantor dan mojok disudut tangga darurat macam sedang ngobrol dengan sepianya.

Dar lantai enam, kubuka jendela kaca. Untuk menempelkannya, dibelakang kaca saya taruh lempeng besai pantat perforator panjang. Untung magnit bisa tembus kaca 5mm.

Lantas atas saran beberapa teman dicoba dengan memasang antene tambahan agar bisa diinduksi signalnya. Sayang antene ini menghendaki body besi atau metal sebagai pegangannya. Sementara yang ada diruang kerja hanya meja kayu, kaca dan aluminum. Tetapi saya nekat. Antara dudukan antene dengan kaca saya beri sekat lempengan besi. Sekedar bisa menempel. Mujurnya sang magnet cukup kuat menembus kaca 5mm.

Sebetulnya caraku ini yang ngawur babar blas sama sekali. Antene ini fungsi utamanya untuk menguatkan signal USB modem M2 saya yang akhirnya saya “abuse” dicoba menerima signal HP. Namanya coba-coba.