Churchill


Sering lihat orang senyam-senyum tebar pesona, lalu membuat tanda “V”dengan telunjuk dengan tengah.

Lagaknya seperti akan menandatangani prasasti peresmian gedung.

Padahal berjingga rompi dari KPK. Hasil OTT.

Legenda mengatakan bahwa Perdana Mentri Inggris Winston Churchill yang “mempopulerkan” tanda Victory ini sekalipun mula-mula presentasinya terbalik.

Mei 1940, Nazi sudah menguasai Ceko, Poland, Denmark, Norwegia.

Di Belgia mereka sudah tinggal meneruskan invasinya ke negara Eropa lainnya. Kekuatan Panzer andalan Nazi sungguh nggegirisi. Apalagi 3 juta pasukan yang bersemangat tinggi diterjunkan habis-habisan.

Pencaplokan Eropa tinggal hitungan waktu. Militer Inggrispun sudah putus asa melihat kekalahan demi kekalahan yang dideritaya. Di dalam, parlemen malah cakar-cakaran.  Musuh boleh di depan mata, tapi ambisi Oposisi mencuri peluang tetap dilakukan. Perdana menteri dipaksa mundur dari jabatan. Biar tidak mencolok, mereka akan menerima calon “pasukan Nasi Bungkus” yang diajukan sebagai pengganti – lalu menunggu gagal kedua dan Oposisi maju kedepan. Itu strateginya.

Filem “Dark Hours” memperlihatkan bagaimana seorang Churchill, harus membangun moral melawan karena invasi musuh. Musuhnya adalah tentara Nazi diluar dan rongrongan lawan ambisi dari lawan Politik, Istana yang hendak mengusung calon pilihannya dan ketakutan dalam dirinya. Churchill pernah gagal di operasi Gallipoli, dan itu kartu truf yang dipegang sang lawan.

“Dia memang orator, ahli strategi seperti ayahnya. Tapi jangan lupa Ayahnya mati lantaran Sipilis..”- kata haternya.

“Memangnya ada hubungan sakit ayah dengan pandangan politik anaknya yang sinting..” musuh lainnya yang masih moderat mempertanyakan. Tetapi ada hubungan atau tidak, “fiktip atau bukan” harus dipercaya ada dan pernah terjadi..

“Cuma orang sinting yang sarapan ditemani Whiski, Makan siang Wiski, wiski dan cerutu – sampai tertidur.”

Churchillpun menerima penunjukkannya dengan menggerutu.. “ini jabatan diberikan kepadaku karena ibarat di laut, kapalnya sudah tenggelam, kaptennya sudah pergi. Aku harus menyelamatkan kapal bocor sekarang.”

Sidat temperamentalnya diperlihatkan, saat sarapan ditempat tidur, ditemani wiski dan cerutu, Churchill mendikte isi pidato kepada sekretaris barunya. Ia mulai senewen, satu kalimat yang diucapkan di koreksi dan dikoreksi, lalu menyalahkan sekretaris tak mampu kerja. Hari pertama bekerja sekretaris diusir. Untung istrinya mampu meluluhkan temperamental.

“He is a man, like anyone else,” artinya kalau dielus bakal “theklok” alias lunglai  kemarahan dalam kepalanya.

Begitu dilantik sebagai PM,  Churchil, menggebrak mengobarkan semangat Victory berupa jari tengah dan telunjuk dibuka, namun caranya salah.

Telapak tangan si pemberi salam menghadap lawan bicara. Sekretarisnya Clayton segera mengoreksi, itu artinya lain Sir..

“Lain apa? apa maksudmu?..” Tanya Churchil
“Saya tidak berani menyebutnya Sir,” kata Sekretaris sambil tersipu.

Sejak itu Churchil menyadari kekeliruannya dan menghadapkan telapak tangannya kemukanya saat membuat tanda V. Sekretarispun makin PD mengedit kalimat Churchill yang dirasakan berlebihan pada penekanan seperti “I Repeat” – ia hanya menuliskan “I Repeat” satu kali, tidak dua kali seperti yang diingnkan bosnya.

Pada masa Churchill yang mengajak sekretaris diajak masuk “Ruang Perang.” Jaman 1940, Inggrispun masih menganggap wanita sekedar jadi sekretaris. dan tetap Tabu hukumnya mereka memasuki ruang tersebut.

Sebagaimana manusia ia juga terkadang takut akan keputusannya. Untung keluarga dekatnya menguatkan dengan kalimat “You are Strong Because You are unPerfect, You are wise because you have doubt.”

Mula-mula terjadi konflik antara Churchil dengan Pihak Istana. Pihak Istana menilai mulut Churchill terlalu tajam, banyak pihak tersinggung karenanya…”

“You scare me!” kata pihak Istana.

Setiap kali Churchill berpidato, orang akan merasakan ide manusia yang tak pernah putus 100 gagasan perhari. Tapi yang tidak nahanin, mulutnya kadang kaya comberan manakala gagasannya tidak bisa dimengerti orang lain. Sebagai orang Aristokrat Inggris – mereka selalu bicara dengan tertata rapih. Istilah Churchill “disuruh bicara – saat sakit gigi” Churchill malahan mbengak mbengok.

Begitu duduk diruang kerja, yang ia lakukan adalah menghubungi musuh politiknya, disini Halifax dan Pendeta Fox. Ajudannya bertanya “mengapa mendekati musuh pak..” – Tanpa mereka (musuh) – maka Kawanku yang jadi musuh. Tanpa musuh, orang sekitarku hanyalah segerombolan domba.

Namun Istana sadar, rakyat Inggris harus dibuat Marah, bukan menyerah. Dan Agitator yang bisa diandalkan hanyalah Churchill. Disaat Churchill juga hampir menyerah atas desakan “Massive” massa dan mengucapkan pidato untuk “damai” dengan Hitler, diperjalanan ia malahankeluar dari mobil, masuk kedalam Kereta Api Bawah Tanah, dan mulai membangkitkan semangat perlawanan.

Di Parlemen tema-temannya heran. Churchill yang sudah mau mendeklarasikan menyerah kepada Jerman, mendadak kembali ke pendirian semula “Never, Never” – never surrender.

Ketika temannya bertanya “mengapa berubah pikiran” – dan dijawab. Orang yang tidak pernah mengubah pendiriannya tidak akan pernah mengubah apapun.

Segi kocak digambarkan saat sahabat bertanya, “kamu sarapan pagi Whiski, Lunch Wiski, Mau Tidur Wiski, kok bisa sih..”

“Ya berlatih (Exercise)”- jawabnya singkat.

Ada kejadian sekretaris barunya dipanggil masuk kamar tidurnya, ia sarapan diatas ranjang ditemani seekor kucing. Saat itu ia masih mengenakan kimono. Usai sarapan, dengan susah payah menggerakkan tubuh tambunnya sampai “kerengkangan” mencoba turun dari tempat tidur, selangkangannya terbuka. Sekretaris paham. Ibu-ibu di dapur kerap dapat suguhan melihat penis Churchill.

Segi keuangan- ia yang selalu optimis, kali ini merengek kepada istrinya dan berjanji mengurangi konsumsi cerutu agar bisa bayar tagihan listrik.
SUCCESS IS NOT FINAL
FAILURE IS NOT FATAL
IT IS THE COURAGE TO CONTINUE THAT COUNTS

Advertisements

Matematika Babang VCDb


Harga sebuah DVD kosongan – di Alfamaret atau toko Fotocopy adalah Rp 6000 per keping. Harga yang sama didapat dengan isi filem full digital.

Siang itu diantara hujan lebat, saya dibawah payung berlindung di sebuah lapak DVD. Mestinya setelah payung dikuncupkan, lalu sisa airnya di kebas-kebas agar cepat turun yak.

Kebetulan lapaknya sepi.  Diantara jejeran filem barat, hongkong, nampak pula Windows7, Photoshop dan saya yakin yang bokep, LGBT dan sejenis tersimpan disuatu tempat yang hanya pemilik yang tahu.

Diujung lapak, seorang anak muda kurus sedang “tirus ayam” didepan seekor kucing hitam kurus yang tertidur dimejanya. Boleh jadi sang kucing hitam berhasil menghipnotisnya tanpa kata kecuali meong. Pemiliknya menghipnotis balik sehingga kucingpun ikutan tertidur. Sang pemilik meletakkan kanannya dan kedua tangannya memeluk kucing. Selain meong ada kalkulator, dan asbak.

Melihat kami masuk, iapun langsung beranjak berdiri.

Kebetulan sekali sudah ada kerenteg-renteg mencari filem Bolywood yang kontroversial Padmavaat (Padmawati). Kisah percintaan Hindu Totok dengan Muslim Radikal kan seru. Saya dulu pernah beli filem Bolywood bertitel PeKa yang juga kontroversial.

Sayang Anak muda seumuran Holili Sampang ini cuma cat rambutnya yang pirang nampak bersinar. Wajah alaynya sih tetap bingung “filem India apaan?”.

Jawaban jelas dia belum nyetok.

Kadung disana, akhirnya saya beli lima keping filem yang saya tidak tahu kapan akan ditonton.

Si rambut Pirang lantas mengkalkulasi  lima buah DVD. Zonder kalkulator ya Rp 30 ribu.

“Pak kalau beli lima ada bonus satu..” – Lalu uang 30 ribu diberikan untuk 5+1 DVD.

Kok teman sebelah saya yang memilih VCD lagu lama, nyeletuk. “Kalau gitu satu sidi bukan 6 ribu melainkan 5 ribu dong..!”

“Ndak bisa kalau segitu rugi (5 ribu), harga pas 6 ribu, tapi kalau beli lima dikasih satu gratis..”

Maka sore ini ada pelajaran 6 keping DVD harganya 30 ribu – namun menurut matematika penggemar kucing ini, satu DVD tetap Rp. 6000.

 

 

 

 

 

Nonton Kerani


Katanya baru afdhol suradhol endol – kalau kelar nonton filem tentang mbak Kerani lantas tiketnya di Upload di FB. Ceritanya  menemani my smart boss-woman nonton gara-gara Reza Rahardian.

****

Nonton Kerani

Katanya baru afdhol suradhol endol – kalau kelar nonton filem tentang mbak Kerani lantas tiketnya di Upload di FB. Ceritanya menemani my smart boss-woman nonton gara-gara Reza Rahardian.

****

Kaget enggak lho ketika bosswoman saya menyebelahi duduk sambil bilang: “liatin dong jam matinee show di lokasi paling dekat sama rumahku..” – Matinee show ini bahasa generasi lama yang pernah tinggal atau sekolah di Yogya untuk menonton di siang hari.

Ini keazaiban – sebab bulan lalu (Mei16) saya menemaninya nonton Punthuk Setumbu, sekarang diajak menemui Kerani. Berarti bosswoman sudah “move on”. Siapa takut. Wong biasanya setahun sekali nonton je.. Langsung saya ngibrit, ke PC minta tolong google mencari lokasi teater yang paling dekat..

Sebentar saja saya sudah mepresentasikan hasil.. Sesuai dengan ordernya. Ini lho lokasi terdekat… TAMINI,GALAXY, BEKASI SQUARE…cuma 15-30menit perjalanan.

Ia kelihatan berfikir keras… “kalau begitu – Citra Land saja…” katanya – Nah lho ini artinya saya harus siap menemaninya dari propinsi Jawa Barat ke DKI.. Minimal 2×30 menit lho..plus 2x bayar tol pisan..2xpengkolan pak Ogah.

Lantas kenapa pula – pakai SULUK (nyanyian pembuka sebelum pak dalang wayang memainkan cerita..) untuk cari lokasi terdekat?- aneh. Tapi ya maklum namanya saja Bosswoman.

Singkat cerita sayapun sampai ke TKP yang letaknya 200% melenceng dari kata “beskop terdekat..”

Ternyata kami datang kepagian, artinya harus menunggu barang sejam lagi.. “Kalau begitu, aku cukur dulu ya.. mudah-mudahan JA sepi..” – tapi sambil bicara – kaki bosswoman sudah melangkah kesana. Ada nggak sih dalam kamus – emak-emak – urusan rambut cuma “sejem”.. Lebih sih iya.

Sementara ia “crase cres dengan rambutnya”, saya menghabiskan waktu ke toko buku “G” – dan kebetulan buku MSB-5 sudah terbit.
Sekalian saya keluarkan kartu member FLAZZ biar dapat potongan harga.. “Saldonya ada pak… tetapi sudah dua tahun mati kartunya…” – Sayapun tak terlalu kaget sebab kartu cepat ini sudah menjadi rongsokan sekarang.

Dulu punya kartu biar cepat bayar parkir – yang nyatanya banyakan tukang parkir resmi lebih suka menerima cash yang selalu pakai pesan “uang pas saja pak..!”

Pikir-pikir ketimbang saldo hangus, sayapun mengaktipkan kartu tersebut dan itu berarti ada biaya tambahan…

Saat mengisi formulir inilah WA berbunyi… “dimana?..kenapa nggak jawab?..” – saya lihat HP, bener saja ia membutuhkan waktu satu setengah jam untuk urusan rambutnya.

Akibatnya filem sudah berlalu – setengah jam.. Tapi bosswoman “keukeuh” untuk nonton saja kendati telat..

Ya saya nggak mau dong…

“Ya sudah kalau begitu kita ke GK” – sebuah kedai bakmi yang mengingatkan ciptaan Titik Puspa akan gang kecil di Pasar Baru.. Tetapi mengingatkan saya akan kepala saya diguyur air es oleh pelayannya (nggak sengaja sih), dia bawa nampan penuh minuman es teh, entah bagaimana gelasnya terguling…cuuur kok kir kanan kepala rasanya dingin dingin sekali…

Filempun kami nikmati bersama, gelak tawa penonton rata-rata anak tanggung membahana sekeliling kami. Mereka mengapresiasi tontonan yang disuguhkan.. Saya tidak mendengar celetukan-celetukan cela…

Tidak tanggung-tanggung dua studio dengan kode Pintu 1 dan Pintu2 memutar filem yang sama  dengan waktu tayang cuma beda 30menit.. Mudah-mudahan Pintu Tobat tidak pernah tertutup.

Tebak-tebakan.. sebentar lagi bakal ada filem cloningnya…

Saya tidak akan cerita sinopsisnya – nonton sendiri lah 30ribu Senin sampai Kamis, 40 ribu kalau hari lain.

Mending cerita soal bukunya.. Soal buku MSB-5, halaman 14 dengan nada gurau penulisnya yang bertagar chaos@work ditanya bagaimana bisa menulis komedi seperti tanpa beban..

Dia jawab aku bukan penulis genre komedi, mending sebut saja Curhater. “kalo elo mau nulis, nulis aja jangan dibebani mau jadi buku apa laku apa nggak, dibaca orang apa nggak.” – Niatin aja untuk bacaan sendiri.. Kalau sudah baru ditanya Lucu nggak ya tulisan guwe. Orang terhibur nggak.. Begitu kata penulisnya yang memanggil bos microsoft si BON PAGAR alias Bill Gates..

Catatan Punthuk Setumbu= nama bukit di filem AADC2

Kerani = nama tokoh olokan si bosswoman dalam My Stupid Boss

Awal Juni 2016****

 

13344692_10208109309863542_2499096348182247321_n

Prince of Persia


Filem bernada dasar Kerajaan – selalu isinya intrik-intrik antar keluarga.  tak jauh berkisar dari iri hati dan perebutan tahta atau perempuan. Namun seperti lagu yang “nada dasarnya” cinta, entoh masih enak dicerna apalagi ditangan sutradara yang biasa membesut filem Harry Potter.

Alkisah kerajaan Persia sedang dalam masa keemasannya. Rajanya baik hati (entah suka menabung atau tidak).

Di contohkan pada saat melakukan Sidak kepasar, dilihatnya ada anak Gelandangan menyabung nyawa demi sebutir aple coklat bersemu merah. Gara-gara sebutir buah yang dibuat simbol perusahaan computer dan password anak keturunan seorang nabi dalam cerita rekaan Dan Brown maka pengawal raja nyaris memenggal kepala bocah. Singkat kata – bocah diselamatkan raja malahan dihibahkan “sebutir apel”.

Anak tak berdarah biru inilah malahan dijadikan pangeran Persia.

Namanya Negara sudah besar, adi daya, Makmur selalu ada sudut Intel negeri yang melaporkan bahwa ada negeri keramat bak “Negeri Seribu SatuMalam” – yang diam diam membuat senjata pemusnah massal dan menjual senjata kepada musuh Persia.

Negara tersebut Alamut sang negeri seribu satu malam suatu saat menjadi ancaman Persia.

Pasukanpun disiapkan lantas agar mirip kejadian ala Sadham Hussein versus Koalisi terjadi perang frontal. Garda Revolusi ALamut nyata-nyata Keok sebab mereka memang tidak siap untuk berperang. Dan senjata yang dicari ternyata sia-sia. Alias isapan jempol.

Raja Persia gusar atas serangan yang memalukan dan tak sebanding.

Sang perdana Menteri yang menjadi otak dibelakang penyerangan Persia terhadap Alamut diam diam menyesal mengapa dikala muda ia pernah menyelamatkan raja dari terkaman Harimau. Kalau mesin waktu bisa diputar, Perdana Mentri kepingin raja biar saja dimangsa oleh Harimau agar ia bisa menggantikan posisinya. Inilah asal muasal tragedi lantaran dielakang aksi penyerangan sebetulnya perdana menteri mencari pisau bertangkai gelas yang mampu menjadi mesin waktu.

Saya menonton ini sebab masih ingat anak saya Satrio saat masih anak-anak mulai diperkenalkan game berbasis PC-DOS – dengan layar hitam putih. Tidak disangka bahwa suatu saat game ini dilayar lebarkan. Dan inilah Tiket gratis terakhir yang saya miliki…

Ada pesan moral seperti “kendati engkau raja, kendati tunduk pada peraturan dewan kerajaan, namun adakalanya raja juga harus mengikuti hati nurani.”

Mumpung masih suasana Waisak, saya mengutip kata Dalai Lhama “Jika anda harus memilih mengikutui Aku (agama) dengan Hati Nurani Kemanusiaan, maka dahulukan kemanusiaan. Bukan Aku..”

Ketika Raja Memerintahkan Pesakitan Di Penggal Atas Nama Tuhan, Saya merasa tak Bertuhan


Sepotong dialog ketika Robin Hood masih menjadi salah satu punggawa perang Inggris dibawah King Richard yang dijuluki berhati singa.

Dalam suatu adegan permainan dadu sintir, Robin terlibat perkelahian dengan Raksasa yang bernama John. Disini John dapat julukan Little John Lantaran badannya Dinosaurus, Nyalinya naga, sayang perkakas vitalnya tidak proporsional. Dari itulah namanya dikenal orang.

Sedang asik gedebag-gedebuk antara John dan Robin, Raja Inggris lewat dan sempat kena bogem mentah mereka yang berkelahi. Disinilah dialog antara Raja yang mulutnya mengumbar kata “Senang Kepada Prajurit Yang Jujur, Berani dan Naif.”

Lantaran Jujur – sang raja bertanya “Bagaimana Pendapatmu Mengenai Tindak Tanduk Saya pada Perang Crusade?” – Robin menjawab, dikaki saya ada wanita korabn perang Salib. Matanya menatap saya dan tidak nampak ketakutan sama sekali. Saat baginda raja memerintahkan memenggal wanita ini atas nama Tuhan, saya merasa tidak berTuhan.

Beraniny bicara gegabah dengan raja sekalipun mengaku demokrat. Maka hukuman kerangkeng, cambuk, dan dicap besi panas sudah menunggu Robin kelak pakai nama Hood.

Berapa kali anda menonton serial Robin Hood, tetapi sutradara bisa mengarahkan Russel Crowe seperti Robin Hood dari negeri lain. Penyerangan bangsa Perancis sedikit artificial menurutku sebab sudah pakai perahu mirip kapal RollOnRollOff- Ferry penyeberangan Merak – Bakauheni. Lalu pakai digambarkan komandan pertempuran Perancis mabuk laut sebab tiduran terus di kapal saat anak buahnya menyerang. Sebuah aksi militer yang seharusnya tidak bisa disambi tidur. Yang sebetulnya mencuri hati adalah peranan Raja John yang menggantikan kakaknya. Saat negara dilanda perang, dia berkampanye mempersatukan kerajaan Inggris dengan mengumbar janji setinggi langit. Tetapi manakala badai pemberontakan berlalu, mereka dengan mudah melupakan janjinya. Apalagi ia selalu digambarkan pakai mahkota raja yang kebesaran.

I Want My But – This is not my But


Entah apa namanya – tetapi kelihatannya saya berbakat menjadi Mr Sumbangwan. Betapa tidak seorang sahabat kalau bertemu selalu menyeselkan segepok karcis filem XXI.  Lalu adik ipar dibela-belain membelikan saya selembar kartu isi ulang BlitzMegaPlex yang katanya sam[pai 10 layar pertunjukan. Sehingga menggoda saya untuk mencoba bagaimana rasanya menonton pakai kartu gesek. Bahayanya kalau seseorang kerapkali disumbang – maka perbendaharaan katanya cenderung menipis cuma dua yaitu “Kurang Banyak” atau “Tambah Lagi Dong!” – sementara kata memberi-sharing – biasanya perlahan-lahan lenyap.

Kali ini saya sempatkan menikmati Studio BlitzMegaPlex di kawasan Grogol untuk menikmati filem dengan tata suara gemuruh, dan konon saat filem diputar semua signal HP di acak sehingga tidak ada lagi ganguan orang bersms, BB atau malahan berbicara dengan HP saat pertunjukan.

Petugas sangat membantu. Satpam misalnya selain berfungsi mengendalikan lift, dia juga berlaku sebagai Public Relationship, atau tour leader. Kami yang baru pertama kali ke kawasan Podomoro City harus berterimakasih atas informasi yang diberikan. Kami harus melalui lorong-lorong yang gelap dengan dekorasi seakan menyerupai interior pesawat Startrek.

Saat memboking tiket, cukup kartu anggota digesek dan anda bisa memesan tempat duduk yang anda sukai. Maka saya memilih filem animasi Iron Man 2 sekalipun belum pernah membaca komiknya.  Apalagi iklan-iklan trailernya cukup memikat – saat di sebuah gedung yang teramat tinggi, Lakon Pria melompat tanpa helm dan Lakon Wanita (selalu ada chemistry) menungguinya harap-harap cemas.  Nggak tahunya sang pemain ini yang membintangi filem legenda macam Sherlock Holmes.

Sherlok Holmes eh Tony Stark jagoan eksentrik kali ini ditampilkan mirip orang biasa, artinya doyan mabok, gila kerja, kadang melakukan tindakan berbahaya. Hebatnya saat para Robot berperang di darat dan udara, ledakan demi ledakan sampai juga menggetarkan dada seperti ada angin yang menerpa wajah kita. Luar biasa.

Lalu seperti biasa filem Amerika untuk memilih Golongan Hitam yang ditampilkan adalah orang Sovyet bergigi perak yang belakangan digunakan untuk menyobek kabel listrik. Ivan Sovyet disini sangat penyayang binatang Kakatua dan menyebutnya sebagai “my bud”. Bukan “my bird” – burung. Tetapi Ivan Sovyet seperti mewakili cara berfikir saya. Boleh jadi kita salah ucapan, salah spell, bahasa orang lain. Tapi tidak perlu bikin seminar membabat hutan hanya untuk mencetak bahan presentasi, bagaimana berbahasa yang baik.

Tidak perlu koran dan majalah terkenal menyediakan satu halaman membahas soal bahasa. Yang penting bagi Ivan dengan bahasa “kaco” sekalipun ia dengan mudah mengakali sandi komputer sambil menggigiti tusuk gigi ala rumah makan Urang Awak lalu bicara “you(r) software (is) shit”..

Keluar dari BESKOP, HP saya masih belum menampakkan signal, perlahan muncul GPRS dan “kulik-kulik” dari pesan anak saya di utara pulau Sumatra “Pah Aku mau Nonton IM2” – yang segera saya jawab “I Want My But”

Tentu saja dia bingung dan saya biarkan sampai dia selesai menonton disana.

Minggu 9 May 2010

Iklan Henpon atawa si (Netron) must bloon – Betwen hate and love


Mau pinter dengan cara kilat. Tidak perlu ikutan ala vampir yang menurunkan kepandaian dengan cara menancapkan taring di nadi “calon pengikutnya.” – tapi boleh dicoba dengan pasangan anda berteriak “Gratis” – tengok saja iklan imunisasi. Dari suami yang bloon habis, mendadak jadi sepinter pak Dokter gara-gara istri mengatakan gratis.

Contoh lain, “lihat arah jarum jam,”. Kata suara di ujung henfon. Lalu sang cewek cantik menjawab “jam ku digital, mana ada jarumnya..” – kalau mau jahil sedikit, cewek dengan pakaian anggun seperti begitu biasanya pakai jam non sportif. Jadi agak janggal kalau dia mengenakan jam sport yang umumnya digital.

Lalu suara lelaki bilang “lihat didepanmu” kebetulan saat cewek cantik sexy celingukan dia melihat  ada jarum lift menunjukkan ke atas, dan bertepatan seperti jam 12:00 maka sang cewek masuk lift dan seperti diduga, ruang kosong gelap yang ditemuinya.

Lantas iklan lain macam “Ini Agus..” kata sang tokoh sambil mendangak sebentar lalu matanya melirik penuh kebanggaan kepada temannya yang melompong karena bisa tilpun ke Cina, Hongkong, Malaysia bahkan ke Gedung Putih.

Kita masih belum membicarakan penyedia lain yang secara explisit mengatakan hanya monyet yang kalau tilpun tidak perlu pikir-pikir.

Atau ada sinetron rating tinggi selalu menampilkan bahwa tokoh baik itu selalu kelewat lugu, kelewat bodo. Misalnya pengusaha biro advertising yang berjaya, sementara dalam filem tersebut ia tidak pernah memperlihatkan bahwa ia mengepalai biro yang perlu tenaga muda, ulet, cekatan dan penuh kreativitas.

Cuma yang jadi pemikiran, kapan kita akan disuguhi kreativitas, menghibur, lucu tetapi jangan dengan azas praduga “henfon must bloon..” -Iklan henpon harus menampilkan tokoh bodoh sekali dibalik wajah dan penampilan yang tampan maupun cantik.

Tetapi eit jangan bilang saya anti Sinetron lho. Jujur doble ganda.

Pasalnya pasangan saya seharian nonton Fitri, Mertua, tetangga – yang alasan mereka menghibur secara gratis kok dibikin ribet. Saya kadang duduk disampingnya sambil menghadapi laptop berpura-pura tidak tertarik dengan acara Netron. Celakanya sekalipun membelakangi entoh telinga selalu mendengar desah si Fitri yang menyebalkan karena olah vokal yang buruk untuk seorang pemain sinetron, namun mengemazzzkanz seperti saat menyebut farellz, mezzzka apalagi Faizzz tokoh yang tiba-tiba muncul. Hampir setiap kata-kata dia seperti mendeziz deziz.

Nampaknya penulis Fitri sudah memasuki ranah “detective” – dengan tokoh sentral Fiztriz dan Mezzkazz – harus mengumbar z.  Hampir tiap episode kita diminta menduga-duga,  strategi apa yang dikeluarkan Meiszka sendirian melawan Fitri dan Omanya. Sekarang aku terlanjur cinta. Tak heran Pak Habibi begitu menggandrungi cerita ini.