Usaha memperpanjang passport di Australia


konsulat_perth.jpg

Sebuah siang yang melelahkan di kota Perth lantaran musim panas begini suhu mencapai 40 derajat selsius. Saya baru saja keluar dari halaman konsulat Indonesia di jalan Adelaide – Perth. Itupun hanya berada di luar pagar konsulat lantaran konsulat sudah tutup sehingga saya memencet bel dan bicara didepan aiphone untuk menanyakan kemungkinan memperpanjang passport.

Sementara pagar konsulat yang tinggi bercat hitam kokoh dan angkuh menolak kedatangan seorang buruh minyak macam saya.

Rabu Februari 2007 menunjukkan pukul tiga petang waktu setempat. Passport saya sudah kurang dari enam bulan masa lakunya, keadaan banjir di Februari 2007 membuat saya ragu apakah pelayanan publik di Jakarta bisa diharapkan diandalkan. Baru sadar bahwa setiap tahun baru acara tahunan kota Jakarta bulan berikutnya adalah hujan dan banjir.

Suara diujung sana nampaknya tidak banyak menolong. Ternyata di Australiapun urus passport harus sepuluh hari kerja, sementara anak saya di Singapore hanya perlu menginapkan pasport dua malam dan mendapatkannya kembali pada hari ketiga. Di Indonesia dengan sedikit penambahan biaya maka pengurusan passport bisa dipercepat.

Saya sudah kapok mengurus sendiri passport maupun Visa. Lama dan bolak balik menghabiskan waktu.

Advertisements