Snowden (1)


 

Cerita buat Cucu
SNOWDEN tokoh di belakang WikiLeaks..(1)
Pembocor rahasia ke mata publik..
***

Entah CIA kecolongan, atau Psikolog pengujinya lagi error, atau karena atau memang perjalanan Sejarah, Edward Snowden yang semasa mahasiswa aktip menyarakan anti kemapanan, anti pemerintah, mendewakan “privacy” malahan di tarik menjadi CIA-men dan diberi jabatan strategis. Padahal CIA terkenal memiliki background screening ketat terhadap calon recruitmentnya.

Lahir 1983 sebagai Edward Snowden, sebagai manusia komputer sangat berbakat. Usia belia sudah menjadi programer.

Lalu CIA merekrutnya sebagai analist di Jenewa. Usianya baru 22 tahun. Kemudian memegang jabatan strategis di NSA (National Security Agency ) di Hawaii dan Jepang.

Dasar badung, bekerja di kantor pemerintahan tidak lantas menjadi jinak. Bahkan ia mulai menampakkan protes dengan menggunakan jaket bertopi -hood “bertuliskan NSA”. Dipakai di saat naik kereta Metro atau public bus.

Kegelisahannya memuncak melihat bagaimana US dan UK mengumpulkan semua data komunikasi Internet ” Its kind a Spooky Types”.

Ia menyebut sebagai “Radical Mass Surveillance” – memonitoring kehidupan dunia.

Kegeramannya atas sikap sewenang-wenang dimulai pada bulan Mei 2013. Ia keluar dari pekerjaannya sebagai NSA di Hawaii dan bersembunyi di Hongkong. Di sebuah hotel di pusat kota “The Mira”.

Dari hotel Mira Hongkong, Snowden menghubungi “Guardian” sebuah koran New York, Amerika yang dikenal reputasinya. Tentu menggunakan cara anonim.

Kepada kepala redaksi ia mengatakan bahwa Amerika sebetulnya negeri Radikal. Radikal kelas dewa mengawasi setiap gerak gerik manusia di dunia, ya sedunia. Kalau data yang saya kumpulkan ini diumumkan ke publik, maka inilah skandal terbesar di dunia yang dilakukan Amerika dan Inggris.

Wartawan masih ingat “kami merinding, bahkan susah bernapas ketika mendengar ada bocoran informasi yang dunia belum pernah menyadarinya..”

Snowden bukan tidak sadar.. Nyawa menjadi taruhannya. Sebuah kebenaran dibeberkan kepada penguasa, bukan tindakan mudah.

Agar tidak dilacak, mereka menciptakan kode rahasia yang harus diucapkan saat bertemu di Lobby Hotel. Mereka sepakat memesan Guinness Bir. Dan harus di lafalkan “Guinness” seakan-akan memesan, namun juga pemberitahuan bahwa Bir Guinness adalah nama panggilannya.

Itu belum cukup… Protokol yang disetujui adalah wartawan The Guardian harus menanyakan kepada hotel urutan “Bagaimana Makanan Disini” dan “Kapan Restoran tutup”. Kalau dua pertanyaan ini tidak disebutkan, maka itu berarti mereka sedang dibuntuti oleh pihak lain.

Untuk ciri, Snowden akan memegang “rubrik cube” ditangannya..

Pernah lihat bagaimana cara Snowden “memasukkan passoword komputernya” – serta Ritual yang ia lakukan di dalam kamar The Mira Hotel #1014…

#snowden
#whistblower
#wikileaks
#cia
#nca
#rubik cube
#the Mira hongkong
#Guardian USA
#surveillance

 

Advertisements