HONDRO


IRAK UTARA, Januari 2005

Chris saat itu berada di Tel Afar, Iraq, 2005. Tiga hari lalu mereka berpatroli, lalu mendadak dikepung gerombolan bersenjata. Tembak menembak terjadi. Hanya sebentar. Tidak ada korban. Chris berhasil mendapatkan foto dramatis – suasana tentara menembaki lawan.

Hari sudah malam, sekitar pukul 6 sore lampu jelas padam. Ini suasana perang Iraq. Mendadak sebuah kendaraan melaju menuju Pos Jaga. Biasanya serangan Bom Bunuh diri. Tentara Amerika langsung mengambil posisi tembak. Lampu sorot diarahkan. Kendaraan tidak memperlambat. Tembakan peringatan didudara berkali-kali tidak juga menghentikan mereka.

Sebagai jurufoto perang, Feeling Chris tidak enak. Maksudnya akan ada foto yang mencederai rasa kemanuisaan, tetapi dicari oleh pemirsa.

Pengendara nampaknya tidak menyadari bahwa diantara gumuk psir tersebut bersembunyi tentara siap bidik dengan menggunakan alat penglihatan di malam hari.

Rentetan peluru mulai menembus tubuh kendaraan. Kendaraan berhenti, pintu dibuka a warga Sipil nampaknya suami istri tewas ditempat. Ibu sudah tidak bisa dikenali, sementara ayah masih nampak duduk dielakang kemudi dengan kepala terluka dan tewas.

Seorang bocah perempuan Samar Husein, 5, menjerit histeris tubuhnya bersimbah luka dari tubuh keluarganya.. Mereka menembak kendaraan berisi enam keluarga.

Inilah perang.. Mereka tahu bahwa jam malam diberlakukan. Mangkanya mobil dikebut agar segera tiba dirumah tidak terlalu malam.Secara instink – saat mendengar tembakan merekapun tancap gas ingin segera mendinggalkan tempat yang ditakuti secepatnya..

Foto Chris mendapat perhatian banyak orang. Biasanya Tentara akan melarang dokumentasi yang dikuatirkan menyeret mereka ke Pengadilan Militer. Tapi kali ini mereka diam saja. Sesekali terdengar helaan napas panjang mereka, tidak lama terdengar suara.. “malam ini kita ngapain.. main Nintendo..”

Salah tembak salah sasaran, bukan kali pertama dalam perang.

Sebelum tidur, Chris memberikan laporan kepada Kantor Pusatnya.
Paginya Chris diinterogasi, mengapa melaporkan kejadian memalukan tersebut ke media.

Semua serba membingungkan.

April 2011 (6 tahun kemudian), Chris kali ini meliput Tentara Pemberontak Libia. Dalam serangan mortir ia dan seorang temannya terkena pecahan bom dan tewas.

Dan diputar dalam Netflix pada 2 Maret 2018..Judul “HONDRO”

Image may contain: one or more people and text
Image may contain: 1 person
Image may contain: 1 person, outdoor and text
Advertisements