Insiden Bunga


INSIDEN (sebut saja) BUNGA.
Cucu saya sudah dalam hitungan berminggu dilatih cara membawa keranjang bunga. Disuntik semangat berani ditempat orang banyak. Dia makin semangat karena melihat Oom Nyot (panggilan untuk Satrio), eyang Papanya akan beraksi di panggung.
Tapi tetap saja ada goro-goro terjadi. Kami lupa bahwa mereka (Anya dan Narasati) lahir dan besar di negeri dengan tradisi berbeda.
Akibatnya begitu mereka membuang bunga ke lantai, iapun melihat sampah “bunga.” Secara otomatis naluri “the second nature” dalam porinya memerintah untuk memungut kembali sampah dan membuang di trash bin. Dalam foto, mereka jongkok dalam waktu cukup lama memunguti sampah..
Ya akibatnya prosesi jadi gergeran lantaran membujuk mereka untuk ignore the litter.
Ketika kami dalam kendaraan pribadi, misalnya, sambil dalam kendaraan mereka disuapi makan. Neneknya serasa jadi nenek kalau sudah bisa menyuapi mereka makan.
Inipun tidak mudah. Butuh pembujukan lama. Mereka terlatih dalam kendaraan Taksi, Bis Umum, MRT – adalah terlarang untuk makan dan minum.
#the wedding Satrio Rainy
#Gedung Wanita Patra Simpruk
#Minggu 17 Desember 2017

#insiden bunga

Advertisements