Pak Koes


Pak Koesnaedi yang tak pernah mau pakai Label Dagang.

Mentang-mentang mangkal selama 12 tahun maka CEO Gerobak Soto Ceker ini enak saja pakai kaos Polisi, apa sekarang merangkap divisi multilasi.

“Mboten kok, meniko kaos Polisi Amerika, Polisi Donald Trump,” katanya terkekeh dan selalu ramah.

Biasanya makanan disini ordernya – Ceker nopo “biwyazah” – tetapi pemilik yang selalu menyalahkan Presiden bikin pembeli sepi ini (asemik), mulai singsing lengan baju, menjual dengkul ayam, swiwi pithik.

“Pokoke pepak komplit” promonya. Dan seperti biasa mrenges.

Tetapi biarpun amunisi dagangnya komplit, ia berpantang satu. Memasang label Soto dengan namanya misalnya Koes, Kus, atau Kusnaedi.

“Ajrih Pak” – katanya sambil ambil posisi “ngapurancang” – pria Yogya kerap melakukan gaya ini, kedua tangan ditumpuk didepan, seperti melindungi bagian vital akan tembakan penalti 12 pas. (Ajrih=takut)

Tapi ujung jempol mengarah ke depan. Saya maksud ke arah SBPU diseberang kami. Ternyata mereka punya nama sama sehingga pak Kus Soto memilih tak pakai nama dagang kecuali ya Soto Ceker.

“Misal mengandai, pak Koes SBPU tak berkeberatan nama kembar ?”

“Saya masih takut dengan ayahnya Jainab” – ini masuk ranah banyol sebab Jainab dalam Si Doel Anak Betawi diperankan ole Maudy Koesnaedi.

“Yo wis pak Koes, aku minta Ganesha satu ya… ”

Jangan kaget – Ini bukan urusan makan Gajah Duduk melainkan merek kerupuk putih teman makan soto agar Kriuk Kriuk.

#Soto Ceker Koesnaedi
#Soto tak berlabel
#Jalan Hankam
***
TKP diujung jalan Hankam. Satu Peleton dngan SPBU, MacDonald dan Bunderan sebelum masuk Tol Jatiwarna.
I

 sotoceker
Advertisements