Kisruh Sandal


Kisruh sandal..
Jangan salah persepsi, sepuluh tahun di mesjid ini kendati baru punya tabungan 200 juta, belum ada cerita sandal hilang.

Mesjid kami yang Jumatan diteruskan Dzuhur 4 rekaat tidak punya tempat penitipan sandal.
Pengunjung datang, letakkan sandal dipelataran. Selesai salat tinggal cari sandal masing masing.

Tetapi, sejalan dengan penduduk bertambah banyak, ditambah lagi liburan Maulud Nabi yang ada seorang kerabat saya, lantang mengatakan sebagai Satu Suro (kurang Aqua), maka pengunjung lumayan mbludak. Pelataran parkir sandal dimanfaatkan sebagai pelataran parkir.

Nah, para jemaah ini sekalipun tahu persis orang mbludak dibelakang mereka, tetapi mereka tetap pada memilik kebiasaan mengulurkan kaki, mencari sandal, langsung dipakai.

Ketika sandal sudah tumpang tindih, ada yang berada dibawah ban motor, maka sambil “gocekan” sarung – dan entah kenapa bagian selangkangan yang dipencet agar sarung tidak melorot.

Kakipun tetap keukeuh mengasis mencari sandal entah kemana. Kaki kan tidak sepandai tangan.

Padahal kalau saja mau memungut (pakai tangan) sandal lantas mengenakannya ditempat lain, persoalan krodit bisa teratas.

Advertisements