hp


Menjelang  “riraya”  yang lalu, seorang sohabat yang tinggal dibawah satu atap langit kecamatan yaitu  Jatiasih – Kota Bekasi – mengirim pesan pre-order berupa WA “mohon maaf lahir bathin Pak“.

Saya menjawabnya, namun sejak itu ia tak bisa dihubungi. Dari hari ke minggu ke bulan tanda pesan dibaca tidak muncul sebagai dobel contreng.  Seperti “mak-lap” ditelan bumi – menghilang dari medsos. Kucoba dengan teknologi SMS.. hasilnya nihil.

Saya sedikit “parno” mereka-reka ia ikut sekte yang melarang muncul di Media Sosial. Atau seperti ajakan viral untuk mengunistall aplikasi sebuah usaha pesan Ticket online. Isu sentimen ala Pilkada masih dibudidayakan.  Ternyata.

Dugaanku meleset telak 12pas sebab setelah lima bulan ia hadir kembali.  Ia menyapa dengan nomor simcard yang asing. Bukan kepala enam dua sepertinya Indonesia melainkan Sembilan Tujuh Satu. Artinya dari Dubai – Emirat Arab.

Kami tidak boleh pakai HP yang ada kamera….” itu memang peraturan perusahaan Minyak Dubai tempat mereka bekerja.

Saya ingat sembilan tahun lalu di Rig Australia, semua HP harus dikarantina di rig dan baru diserahkan saat pekerja pulkam. Foto instalasi rig tidak boleh di medsoskan. Tapi waktu itu – dengan ketersediaan internet dan laptop, komunikasi dunia luar dengan gambar hidup tetap berjalan.

Hanya Laptop tak berkamera yang diijinkan …” Security di rig sangat ketat. Waduh.

Saya pengin tahu tilpun zonder mata, yang bisa WA itu HP merek apa?. Langsung saya bilang “tolong dipotoin kamera dan laptop tanpa kamera dong..”

Bapak ini gimana, kapan saya bilang kamera tidak boleh naik Rig!

Ternyata saya juga tergolong sekte yang baca posting cuma sepintas,  sekedar berita hanya dari judul, langsung merasa jadi ahli lantas zonder puyeng membaca seluruh berita dengan detail.  Tansah mencerna dengan seksama. Kadang belum dipikir sudah di BroadCast.

Kalau dulu ada istilah otak didengkul, sekarang  pindah ke Jempol.

Gambar ADMA – perusahaan minyak Dubai, bukan hasil cekrekan saya.. Cuma dari Wiki.. Kalau saya kosongkan, nanti yang muncul gambar Tokek.

 

 

Advertisements