Arisan


Warga Kapling P&K pada arisan mingguan, jumlah anggota awalnya tak lebih hitungan jari kaki dan tangan. Semua ikut serta meramaikan kecuali saya.

Bukan karena diajari oleh Ustad WA (Whats App), atawa Sekte atau Panutan dari dalam negeri, apalagi Panutan Imporan bahwa arisan itu begini begitu (tentunya dijelekkan), namun ada semacam pengalaman tak sedap saat menjadi anggota arisan di tempat lain tentunya.

Rasanya saya seperti “Menepuk air di dulang diikuti menggaplok muka sendiri..” hasil arisan disisihkan sebagian yang ternyata menjadi mesin ATM kapling kami. Salah satunya adalah pembuatan jalan atau sarana lainnya.

Warga malahan kerap tidak “ngeh” mendadak ada pengumuman bahwa jalan akan di cor. Tanpa membebani warga dengan sumbangan tambahan. Semua swasembada.

Mudah-mudahan nama Kapling P&K menjadi ikon mendidik bahwa – pekerjaan apapun kalau tidak diganggu dengan mismanagement, maka positif hasilnya.

Juga kecurigaan saya bahwa arisan nanti bakalan diisi oleh makan-makan di restoran mewah, di luar kota sambil foto haha hihi sama sekali tidak beralasan.

Advertisements