Obat Pinter


Minggu siang kamera menangkap sesosok lelaki gondrong, bertopi melongok melalui celah dipagar, mengamati keadaan sekitar, lalu crek crek dia memotret. Ternyata memang benar, bahwa CCTV kalau sudah diperlukan – kentara betul kalau lensa asal-asalan, wajah pelongok tidak bisa ditengarai.

Mbing, Iwan itu nama sekuriti kami segera saya datangi.. Siapa tahu manusianya belum jauh perginya. Cuma mau ditanya apa maunya.

Sore hari, diantar oleh Mbing, lelaki yang namanya Jun ini rupanya petugas pemeriksa meteran PLN.

Sayah lagi diwarung, disamperin sekuriti komplek,” katanya.

Lha petugas yang lama itu kemana?

“Kan saya pernah sekali nimariH (kemari), dikenalkan  oleh si “IM” petugas yang lama” kata Jun. Sepintas ia mirip Bary Prima masa pensiun.

Maap, selain saya sudah udzur, kamu pakai ramuan Obat Ganteng sih!” kata saya ngasal.

Jun belum mengerti saya lagi ber SUCA.. Ia nampak mengernyitkan dahi..

Lalu topinya dibuka sehingga nampak usaha menutupi rambutnya yang menipis.

“Itu Ramuan Gantengmu,”

Jun: “Oh maksudnya topi…, ah si bapak ada-ada saja..”

Kitah juga kalau mau menutupi kulit tak berambut juga pakai “Ramuan Ganteng” – pasalnya kalau kena sengat matahari, hanya yang punya kulit yang tahu rasanya.

Jun – saya punya ide Super Berlian.. Bagaimana kalau menjelang pemeriksaan yang mana setiap 25-27 – yang mana dia harus datang, yang mana kadang kami pergi, atau yang mana adapun kami tidak mendengarkan dengan cermat. Maka kami akan bikin tulisan dipagar, misalnya Setrum 7778581, jadi kamu tidak perlu repot.

Cerdas kan ide saya, ide orang pinter..

Mendengar ide yang sebetulnya bukan orisinal. Jun si tersangka malahan mengambil bolpen lantas urek-urek di balik kertas stiker yang ada dikantongnya. Nomor HPnya.

“Bapak Potret meteran, kirim ke WA – Jun – lebih mudah pak!”

Ternyata setelah Ramuan Ganteng dilepas, Jun menggunakan Ramuan Orang Pintar..
2017-11-01 081049023765..jpg
Advertisements