LAS (Welder)


Dengan peristiwa kebakaran di Gudang Pengepakan Kembang Api, di Kosambi, Tangerang yang memakan korban sampai 47 jiwa, ingatan saya kembali saat masih ramai bekerja di rig Australia. Aturan keselamatan di rig adalah saat seorang Tukang Las bekerja, maka status itu disebut sebagai “HOT WORK”. Tukang las harus mengisi formulir yang intinya melibatkan lokasi pengelasan, tak lupa dibuatkan skenario unsur penyebab kecelakaan ataupun bahaya terhadap manusia, alam maupun peralatan.

Kalau ijin sudah disetujui, maka diharuskan satu orang “buddy” duduk manis-manis tidak boleh kesana kemari, kecuali mengawasi sang Tukang Las yang umumnya menggunakan topeng sehingga kemampuan penglihatannya terbatas. Ijin ini harus di “close” bilamana pekerjaan selesai.

Entoh terjadi juga kecelakaan kerja. Percikan api membakar lapisan kedap udara yang terdiri dari busa dan rig terbakar sampai harus melakukan reparasi untuk beberapa minggu.

Ketika pada 1980 saya masih awal mudlogger, kami mempunyai perwakilan yaitu Prawirabhisma & Associate di jalan MH Thamrin. Saat itu pekerja sedang mengelas papan nama  di ketinggian. Mereka bekerja dan tidak ada pemberitahuan. Sayapun melintas dibawah tiang iklan ketika mendadak dada saya terasa panas dan kaos yang saya kenakan berlubang. Tukang las yang bekerja sendiri diatas 10meteran tidak sadar bahwa percikan api sisa pengelasan masih berbahaya bagi pengguna jalan dibawahnya.

Tahun 2016, di sebuah Gudang – terjadi ledakan. Penyebabnya ya sama, tukang las keasikan bekerja tidak sadar selangnya oksigen bocor dan ledakan keras sekalipun tidak menimbulkan korbanpun terjadilah.

Pekerjaan mengelas apalagi dikawasan rawan terbakar, seyogyanya di “kawal” oleh seseorang yang dilengkapi alat DAMKAR portabel. Buat jaga-jaga kalau terjadi sesuatu tak diinginkan.

 

Advertisements