eMak’e


“Dzoel has no hands or legs but he doesn’t let that get in the way of his photography #AJShorts,”  @AJEnglish.

Acara AnugerahKPI2017 itu tadinya biasa-biasa saja. Apalagi kalau sudah muncul acara sulap, atau dengan nama keren Illusionist. Terlalu makan durasi.

Sayapun sudah beranjak meninggalkan TV. Apalagi ketika acara sulap ataupun ilusi, durasinya lama dan membosankan bagi saya.  Tetapi Toko Sebelah menggamit, “tuh ada Photographer tidak punya tangan tidak punya kaki, tapi karyanya menembus batas negeri, dikenal di luar negeri.

Sayapun tidak tahu siapa Achmad Zulkarnain si Photographer dengan aksara EOS hampir sama besar dengan ukuran kepalanya. Tanpa bantuan tripod, dengan kamera 70-700mm ini kamera berat. Jadi bayangkan ia mengayunkan kamera dari tegak menghadap kebawah lalu ditangkap oleh kepala dan dagunya, mendorong kamera ke wajahnya, memfokus, men-zoom, mengubah ISO, mengubah Aperture, mengubah kecepatan rana. Dan menekan tombol shutter, lalu mematikan kamera. Tanpa tangan atau kaki.

Alat bantu diperlukan misalnya tangga sebab kalau memotret model, mata kamera dan mata obyek harus satu garis lurus. Katanya.

Huh luar biasa.

Rupanya ia memendam keinginan untuk memotret seseorang. Bukan Jokowi seperti kebanyakan orang, melainkan dengan Soimah yang ia sebut eMak’e sebuah sebutan penghormatan kepada seseorang. Waktu dia bilang eMak’e saja hati saya sudah mencelos. Ini lain.

Zul melihat sosok Soimah yang tetap “low profile” sekalipun sudah sukses.  Ketika mereka berdua bertemu di panggung dan berpelukan sambil menangis.

Eh mataku mbebes mili juga.

Dzoel begitu sapaan akrab photographer asal Banyuwangi ini, pernah di unggah videonya oleh Al Jazeera.

20171028_140714-1700887016.jpg

Advertisements