OJEK PAYUNG -Offline


Baru terasa kebutuhan konsumen akan pelayanan ojek payung bukan online disaat kehujanan diperjalanan.

Sekali tempo kami sudah berada diparkiran PIM, niatnya “rendezvouz” untuk membicarakan persiapan pernikahan anak. Sementara dapat parkir lumayan mojok dan  disertai hujan angin dan perut lapar.

Maka dikeluarkanlah sebuah payung lipat jingga- ini payung bermerek, mereknya sebuah waralaba minimart yang tinggal nama. Sebetulnya baru saja alat ini dikembangkan, sudah ada perasaan nggak enak – kuatir saya salah ambil bendera atau sarung sebab sama loyonya.

Betul saja, serentak kami keluar, pertama payung meleot, yang selanjutnya akibat tiupan angin malahan menyerah dengan mengangkat semua lengannya seperti orang mau di begal. Akhirnya, payung berakhir tragis di tong sampah. Terbayang duh enaknya kalau disekitar mal ada anak-anak yang menyewakan payung (ojek payung).

Pernah juga,  kami kehujanan dan masuk kendaraan secara terburu-buru. Payung terjepit dan patah namun belum disadari. Baru ketika akan dipergunakan payung tidak siap. Duh.

Apa harus bawa jas hujan, selain Jamu cower Tolak Angin

Advertisements