“Warning – extremely delicious”.


Nama orang Indonesia ini Irvin Gunawan, di Singapura identik dengan makanan keripik kentang atawa keripik kulit ikan ini dilabeli Extrim Lezatnya – bahkan ada yang menyebut Extremely Addictive“.

Semula ia buka kedai “Leban HK Cafe di  Jalan Leban – sebuah permukiman ndusun – tak populer”. Sayang usahanya tak membuahkan hasil. Tetapi pekerjaan iseng membuat keripik kentang dibalut Kuning Telur Bebek malahan bikin ia moncer.

“Saya bukan orang melek Media Sosial,” kata Irvin saat diwawancarai Strait Times menjawab pertanyaan mengapa tidak menggunakan social media. Satu-satunya promo yang dia lakukan adalah beli kain putih (kanvas) dikasih tulisan Keripik Kuning Telur.

Sekarang lulusan Universitas Australia masuk barisan menapak puncak. Produksinya digilai kaum muda. Bahkan menembus Philipina. Puluhan orang rela antri dari pagi guna mendapatkan maksimum lima bungkus keripik kentang yang sampai di Indonesia bisa dibanderol dua sampai tiga  kali lipat. Dan laku keras.

Ia masih ingat – hengkangnya dari  Indonesia beserta keluarganya adalah menyelamatkan nyawa dari Kerusuhan Rasial anti Non Pribumi (China) pada 1998. Kerabatnya tewas dibakar hidup-hidup dalam rumah maupun tokonya. Dalangnya masih lenggang kangkung.

Masih terpateri dalam ingatannya betapa toko-toko, rumah  di Jakarta ditulisi Milik Pribumi – agar toko tak diusik, perempuan diperkosa lalu dibunuhi begitu saja. Jaya Suprana pemilik Jamu Jago mengenang harus dimasukkan kedalam bagasi mobil lalu ditutupi kertas saat ia menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan terhadap Cina a.k.a Non Pri.

Tahun 2007 ia mencoba membuka usaha rumah makan di CBD Jakarta, usahanya kandas. Setahun kemudian ia mendirikan Irvin’s Seafood Cze Char di River Valley Singapura. Disinilah seorang Chef Malaysia memberitahu cara pembuatan Keripik Kentang rasa Telor Asin.

Sambil menjual keripik – Iapun membuka restoran di Upper Thomson dengan nama Irvin’s Live Seafood House dan di jalan Leban dengan nama Leban HK Cafe.

Tahun 2014, usaha makanan lautnya harus gulung tikar. Namun potato chipnya justru tarik Jangkar melaju.

Seperti Levis Strauss yang tak bisa menjahit, Irvin-pun mengaku ilmu memasaknya “Nul Puthul” alias Nol Besar.  Pasokan kentang didatangkan dari Cina sedangkan Kuning Telor berasal dari Cina atau Vietnam.

Usaha ini bukan Rocket Science – kenangnya tetapi menjadikannya enak dinikmati, kami jatuh bangun mencobanya. Soal kentang misalnya terlalu tipis bakalan remuk redam, dibuat terlalu tebal alhasil keripik alot. Bahkan mutu kuning telurpun tak sembarangan. Bisa-bisa masakan rusak tak keruan.

Cerita selebihnya adalah sukses story.. Kala menjelang tahun baru Cina ia bakalan menolak pembeli. SDM, bahan baku serta “home made” adalah alasan penolakan tersebut.

“Saya ingin produk kami dikenang seperti orang menghubungkan Apple dengan barang berkualitas.”

Untuk itu ia tidak main-main, setiap tahun ia melakukan Re-branding usahanya. Ya seperti yang dilakukan Apple.

 

 

 

 

Advertisements