Virus Chia Seed (sayaH)


Chia Seed

Empat bulan lalu – toko sebelah berbisik bisik. “Desember ini kita ngawinin anak, problem tempat nikah, resepsi, catering sudah ditekel habis dari hulu sampai hilir oleh anak-anak kita. Porsi kita sebagai orasng tua adalah bagaimana berdiri dipanggung resepsi tanpa nyesek di pinggang. Iseng ngurangi makan nasi Yuk.

“Eh Ada yang bilang biji Chia Seed adalah herbal lagi meledak…kita ikutan cobain – kamu saya jadikan ladang experiment

IMG_0138

Seperti install microsoft, sayapun hanya bisa klik “AGREE” tidak ada opsi lain.

Maka – mulailah biji nasi diganti biji Cia. Jujurnya saya skeptis sebab puasa Ramadhanpun bobot tidak turun se-peser.

Tetapi diam-diam sayapun menggiatkan jalan kaki, naik sepeda. Artinya lebih rajin daripada sebelumnya.

Ternyata, keluarga mulai kasih semangat gitu, mereka mengatakan pinggang saya turun. Saya tidak percaya, paling juga efek yoyo. Lemak tubuh sama cerdasnya dengan tikus clurut, ada saja solusi mereka mengalahkan rekayasa manusia.

Yang bikin GR level medium, ternyata lebih dari satu orang mengatakan yang sama yakni pinggang jadi kecil maka jadi semangat minum jus tersebut. Bahkan adik yang bobotnya 100 kilo lebih (dan gemuk akan penyakit), mendadak ikutan beli biji mirip jewawut (makanan perkutut). Diapun bisa melorotkan bobotnya.

Korban cengkeraman biji ini meroyak masuk dikeluarga kami jumlahnya ada lima orang.

Mohon dibaca hati-hati, mudah-mudahan ini bukan iklan atau penerangan yang menyesatkan yang menawarkan tutun berat dengan cara nikmat (ndak ada). Sayapun sebenarnya takut mengatakannya sebab 4 bulan belum bisa dikatakan suatu program berhasil.

Gangguannya adalah. Di Singapura, anak-anak mengujo (memanjakan) dengan Durian Musang King. Saya mulai berani keluar dari cengkraman pengaruh biji chia. Mulai mengonthel sepeda sekaligus genjot durian dengan segala variannya. Entoh ada si sakti Chia Seed sebagai malaikat pelindung saya.

Ketika darah dicek nyatanya kesaktian Chia tetap keok 2:0 dengan jurus ampuh LDL Kolesterol dan Suiker.

Akhirnya kembali ke “basic” – makanan berkolesterol harus dikurangi. Stop Habis.

Entah sampai kapan ini berlangsung sebab herbal sakti selalu hilang nimbul. Saya dari dulu ndak percaya kesaktian “single” herbal. Apalagi umumnya yang beginian Boomingnya sebentar, nanti ada mahluk menurunkan bobot badan yang lain orang pindah haluan.

Positifnya, badan memang sedikit mengempis… Tapi syaratnya jangan kebanyakan mengudap musang king, laksa, Serta istiqamah berolah raga.

http://blanjacom.go2cloud.org/aff_c?offer_id=29&aff_id=2860

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s