Kolam Tadah Air


//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-6703449117345734”,
enable_page_level_ads: true
});

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-6703449117345734”,
enable_page_level_ads: true
});

Narasi-nya begini..reservoir kering

Lima menit bersepeda santai – klaar melewati jembatan Lorong Alus, yang pernah dilewati anak Jokowi maka saya sampai di kolam Tadah Hujan. Belum ada manusia lain.. Kawasan ini dikelola oleh PUB (Publick Utility Board). Dikelola sedemikan rupa sehingga bisa menjadi tempat wisata sekaligus reservoir air minum.

Kolam ini adalah salah satu cara orang negeri ini mendapatkan sumber air putih di samping dari air asin.

Tanaman yang terlihat disini adalah sejenis papirus air, yang ditanam sebagai filter alami air. Tapi karena musim kemarau maka kolam tadah hujan ya kering kerontang.

Matahari sudah timbul, jreng.. Embun tebal melayang .. jreng.. Adrenalin. jreng..

Saya ingat pitutur ahli foto dari Yogyakarta… Kalau motret – Bergerak Horizontal, bergerak vertikal kalau perlu tiarap..

Kamera saya keluarkan dari warangka sekalian ziplock.. Wheladalah sudah jadi sudah aqua digin yang dijual di jalan tol yang tidak bebas macet saat matahari terik. Oh embun pagi … Ini cilaka dua belas setengah.. Kata wong Palembang Tiga Belas kurang Semato.

Kalau makan bubur – mahzabnya diaduk atau tidak, kalau moto sektenya dilap atau dibiarkan menguap shewe.

Dilap bakalan meninggalkan deposito tisue, linen. Nggak dilap – alam cuma punya waktu kurang dari setengah jam (kadang dikorting), untuk bisa menikmatinya. Eh kok ya ada acara tambahan “mrutu” itu yang suka pesta kebun diatas pisang, ikutan keliling tubuh.

Hanya beberapa jepretan, matahari sudah tenggelam lagi…

Seorang ibu turun dari sepeda dan jejingkrakan sendiri.. Dari kejauhan sekeluarga bersepeda nampak berlarian.. Sebentar kawasan bakal krodit.. Saya berkemas pulang. Ngontel sepeda, sekalian mengucapkan Selamat Perkawinan ke 38 kepada ibu Erni dan Suaminya..

#singapore
#lorong alus
#punggol

Advertisements