ULAR


GAGAL PAHAM
Komplek saya setahun belakangan ini mulai bermunculan bangunan megah.

Tak ayal lagi lahan tidur selama ini yang cuma ditanami singkong asalan. Maksudnya asal tancap ya sudah.. zonder maintenance seperti di “dangir” atau di koret. Dengan sendirinya Ilalang, putri malu, senthe, rumput, kemboja, pisang semua tumbuh tumpang tindih. Kini semua harus dibabat habis.

Akibat pembangunan – tak heran para penghuni tak ber bersertifikat seperti Musang, Tikus, para Burung termasuk segala macam reptil mulai bingung menghadapi perubahan.

Para Ular-ular terutama, mereka ternyata tidak secerdas digambarkan sebagai mahluk penggoda yang akalnya banyak. Ular malahan gagal paham dalam menyikapi berkurangnya lahan sehingga sering kepergok manusia, dan karena dia bukan Budiman van Cilacap, maka eksekusi terhadap dirinya dilangsungkan waktu singkat dan dalam tempo yang singkat dan seksama.

Padahal kalau sekedar masuk ke halaman saya seperti teman-teman lainnya mungkin nasibnya beda.

Di halaman kami yang sempit, cukup 3 bajay dan 2 motor kreditan parkir maka para ularwan dan ularwati boleh aman datang dan pergi meninggalkan kulitnya.

Pasalnya pohon bambu di halaman rumah sering ditemukan kulit ular “ngelungsumi” ganti kulit. Kadang saya berdoa mudah-mudahan dapat Bambu Buntet yang bertuah itu.

Apalagi selain bambu ada bogenvile, sirih yang memudahkan mereka menggosokkan tubuhnya sehingga kulit terkelupas (ngelungsumi). Burung “trucukan” saja betah bersarang dan mengerami telurnya di beberapa tanaman pot kami yang setinggi bahu saya.

MASUK KEDALAM AC

Kejadian ini sudah berlangsung selama 11 tahun, saya berpesan kepada orang rumah untuk sekedar mengusirnya atau kalau ke halaman depan pakai sepatu boot yang diiklannya bisa menginjak sepatu sang berandal. Dan yang penting jangan membuatnya terkejut atau terpojok.

Pernah sekali tempo, ada ular yang masuk kedalam AC di kamar saya. Mungkin saja setelah berganti kulit dia merasa segar dan iseng ngebolang di rumah saya.

Ular ini berhasil menyelinap diantara pipa pembuangan air yang menurut kami sudah ditutup semen namun nyatanya ular gede bisa nongkrong mengintip saya tidur. Dan saya melakukan aktivitas adam dan hawa (dulu tapi).

Rupanya ularwan ini sambil tangan dan tangan dan kakinya iseng melepaskan sambungan kabel kabel dalam panel listrik AC. Sehingga mendadak AC tak dingin lagi. Keesokan harinya bang AMSAL sang juru teknik AC hampir copot antung sebab begitu cover AC dibuka, sesosok benda hitam ular melata keluar.
Ini ada orang bekerja pada ketinggian 150cm, pakai tangga. Kalau terkejut lalu terjerembab. Urusan bisa panjang.

Mereka otomatis membunuh ular sial tersebut.. Tetapi Adam dan Hawa terlanjur diturunkan ke dunia.

***
UCUP THE JAGAL..

Soal ular Kobra ini, adalah bang Ucup sekuriti kami yang matanya tajam. Dia mungkin ada bakat The Snake Slayer. Ia algojonya. Ia yang kerap mengonangi (mndeteksi) ada ular didekatnya.

Satu malam beneran, saya melihatnya patroli. Lalu seperti biasa kami mengobrol, dan mendadak dia mengarahkan lampu senternya ke rawa..

“Ada anakan ikan gabus tuh.. ”
“Biasanya ada ular didekatnya.”

Mungkin itu sebabnya beberapa anggota masyarakat sering menyangka bahwa ikan Gabus, jelmaan Ular yang berevolusi..

Kalau saja Mantra Penakluk Ular diberikan kepada bang Ucup, lain kali ia tidak perlu memutilasi reptil bingung lahannya diobrak abrik manusia. Cukup misalnya “Lar, move on eluh ke Rawa sonoh..”

MANTRA PENAKLUK ULAR

[Mantra Penakluk Ular adalah Novel Prof Kuntowijoyo yang menceritakan seseorang dapat ilmu bisa mendengar ular berbicara sehingga punya kewajiban menyelamatkan ular dalam suka dan duka dan dalam hidup dan mati..]

‪#‎Kobra‬, ular, pdk, pendidikan, pensiunan, bambu, ularpucuk, bambu buntet

13770466_10208539081247558_2176524387340868782_n
KOBRA
Advertisements