Red Dog 1


RED DOG (1)

Ketika sebuah filem buatan Australia mengangkat kehidupan seekor anjing jenis kalphie (masih satu trah dengan Dingo), maka pertanyaannya adalah kisah kepahlawanan apa yang membuatnya layak diangkat ke layar perak.

Red Dog demikian nama panggilan mahluk sekaligus judul filem ini dikenal warga Australia sebagai anjing yang Legendaris. Kendati sifatnya jauh dari sifat pahlawan – misalnya ia bukan pahlawan karena menyelamatkan orang tenggelam di laut. Juga bukan pahlawan yang menyelamatkan bayi terkepung api. Atau pahlawan berkelahi dengan kobra yang akan memangsa bayi. Ia tidak pernah setia kepada tuannya. Diberi sikap baik bagaimanapun, ia tidak akan betah tinggal disatu tempat selalu berjalan dan berjalan.

Orang melihatnya sebagai Anjing Gipsi, Anjing Bodong, Nomaden, brutal, tak tahu aturan, tidak memiliki majikan, tidak pernah betah tinggal disatu rumah.

Parahnya lagi – Nafsu makannya super besar. Beri ia makanan satu kilogram, dalam 9 detik sudah masuk kedalam perutnya. Selain badannya berbau busuk, mahluk ini gampang buang angin. Sekali ia kentut, penumpang satu bis bisa muntah dan jendela kudu dibuka sampai sangitnya hilang.

Sombongnya – Red Dog sangat pemilih dalam makan. Ia paling anti makanan dari tong sampah. Kalau menumpang mobil, dia akan memilih mobil yang ia sukai. Kadang Red Dog diturunkan disuatu tempat. Sialnya manakala bukan tempat yang dituju, ia akan menolak turun.

Lantas Pahlawan dari mana ? dari Hongkong?

Ketika filem dibuka, adegannya adalah jalanan tanah merah, kawasan Paraburdoo Pilbara di Australia Barat, tanah mengandung besi, mirip berada di Mars, tak ada pepohonan, dan sepasang suami mengendarai Land Rover. Maurin sang istringedumel kepada diri sendiri “Manusia Gila Manakah Yang Akan Hidup di Daerah terisolasi begini (1971).”

Suaminya menjawab singkat “ORE” – tambang.. Lalu mendadak mereka harus menghentikan kendaraannya. Seekor mahluk kecoklatan menghadang jalan. Tanpa kata ia ingin ikut menumpang kendaraan. Tanpa ijin langsung melompat kedalam mobil seraya mengeluarkan bau kentut yang sangat luar busuknya.

****

Cerita berawal dari kota kecil Paraburdoo di Australia Barat. Pada 1971 lahirlah anjing jantan persilangan Kalphie dengan Cattle milik keluarga Col Cumming.

Ia masih trah Anjing Hutan Dingo di Australia. Tubuhnya langsing dengan telinga tegak dan besar agar dapat membaca desiran angin dan suara binatang buruan.

Pemiliknya menamakannya Tally-Ho. Tidak dijelaskan mengapa anjing yang dikenal cerdas dan berstamina tinggi ini dinamakan Tally Ho. Menurut gogle – Tally Ho adalah teriakan aba-aba para pemburu kepada anjingnya muntuk mengejar rubah atau kelinci…. Tally Ho..Tally dari kata buntuti atau kejar..

Sebagai pemilik pertama Tally Ho , nama Kolonel ini tidak banyak dibicarakan. Para Penyayang Tally Ho mengatakan bahwa satu kaleng makanan yang saya samarkan mereknya sebagai Bukan-Pedigree ukuran gede (hampir satu kilo), dilantak Tally Ho dalam waktu 9 detik saja.

Napsu makan yang besar tersebut bukan tanpa alasan. Ia pernah bersama tuannya berlari 9 kilometer di lapangan terbang Paraburdoo di udara panas berdebu, Tally Ho seperti ngabuburit makan angin sore-sore. Samasekali tidak menunjukkan gejala kelelahan.

Lalu oleh sang Tuan pertama, Tally Ho dibatasi pasokan Proteinnya. Mau tidak mau iapun mulai mencuri. Beberapa karikatur koran lokal menggambarkan seorang ibu gemuk membentak Tally Ho yang menyelinap masuk dapurnya. Karikatur lain ia sedang berkejaran dengan mobil.

Ketika Kolonel ditransfer dari Paraburdoo ke Dampier berjarak 340km, Tally Ho ditaruh di gerobak belakang. Sampai tujuan, badan Tally Ho sudah penuh debu, kecuali matanya. Namun GPS dalam otaknya sudah merekam kisah perjalanan.

Di Dampier, Tally kerap dibawa berjalan-jalan di tepi pantai, melihat orang memasak BBQ. Minum beer dan main frisbee. Tally mulai ikut bergabung. Kadang ikutan menyundul piring terbang tersebut. Bukan karena ia suka bermain melainkan mencur kesempatan.

Ketika orang lengah, keahlian menyelinapnya dipakai. Steak, Sosis, Ayam panggang langsung disambar. Dadah main frisbee.

Rasa daging Steak Australia yang empuk (konon karena saat dibantai, matanya ditutup dan tidak mendengar atau melihat teriakan kawannya yang meregang nyawa maka dagingnya lebih relax dan lebih empuk.. Ups maaf agak menyimpang..

Maksud saya, rasa daging steak yang meleh dilidahnya, seperti menyadarkan dia bahwa ada kuliner kelas atas yang selama ini tak dikenalkan oleh tuannya. Apalagi kuliner colongan.. Rasanya deg-deg gimana gitu. Tally Ho menjadi kecanduan makanan berkelas. Tong sampah..nggak level..

Ketika pemilik mahluk bernama anjing ditempat lain melarang hewan peliharaannya makan coklat. Tally Ho bahkan sehat dari sakitnya kalau diberi sebatang coklat.

KELUAR DARI ZONA NYAMAN

Sang tuan sudah nyata-nyata membatasi makan dengan alasan Tally Ho harus diet. Ketika titik temu tak terjadi maka Tally membuat sebuah keputusan. Ia minggat dan memutuskan hidup sebagai Stray Dog atau Mongrel atau anjing jalanan.

Tetapi mau cari makan di mana? Sudah janji diet anti tong sampah.

(bersambung)..

‪#‎Reddog‬, red dog, tally ho, bluey, pilbara, paraburdoo, col cumming, australia13775461_10208487026626225_1873505154827837652_n13775588_10208487003465646_7451445635305229818_n

 

Sumber

Steal from:

https://www.facebook.com/Red-Dog-The-real-story-176506119062473/
http://www.akerz.com/australia/1308-paraburdoo-airport.html
http://www.christianfletcher.com.au/photographs/north-western-australia/dampier-salt-north-western-australia-hp0018/

 

Advertisements