Stray Dog


13700153_10208473319083545_6498989208232206905_n

[Dari satu triliun mahluk yang dikenal paling dekat dengan manusia ini, maka tiga bagian adalah mahluk bodong]

Bayangkan Labrador, Poodle, Labradoodle, Husky, Pit Bull, Spaniel, Mutt berkumpul ke acara doggy dog care. Tambahkan dengan semua anjing di planet ini maka akan tercatat anjing rumahan cuma sekitar 250 juta. Jadi 750 juta sisanya adalah anjing Bodong.

Tidak ada tuan atau nyonya yang mengajaknya berjalan, mengantar ke dokter untuk divaksin, mengelusnya, memberi nama yang keren, berselfi, menjadi profil di medsos, mengajak bicara, memberi alas tidur, makanan berlimpah, vitamin, suplemen, menyikat bulunya, membuang tinja. Kelompok marginal ini disebut anjing kampung, geladak, jalanan, anjing bodong, “scavenger”. Lebih melecehkan lagi sebutan “mongrel”.

Adalah Copinger yang mengatakan mahluk ini sudah akrab dengan manusia ribuan tahun silam. Mereka lihay beradaptasi ke kehidupan manusia sebagai tukang sampah.

Pasangan suami istri yang memiliki 40 hektar tanah dipenuhi jenis anjing. Lantas mereka yang profesor dunia kanin (anjing) ini berkesimpulan bahwa anjing kampung bukan bayi serigala purba yang dipungut nenek manusia lalu diternakkan.

Anjinglah yang secara cerdas mendekati manusia dan beradaptasi.

Pendapatnya yang lalu dibukukan ini dari bebrapa contoh misalnya anjing Herder di Navajo ukuran tubuhnya tak terlalu besar tak terlampau kecil. Ya seperti anjing kampung pada umumnya.

Tubuhnyapun bisa menyesuaikan diri. Manakala hidup iklim dingin dia akan membesar. Pada suhu tropis tubuhnya lebih kecil dengan bobot sekitar 14kg dengan warna bulu mirip singa.

Mereka tak butuh tubuh besar, tak usah membagi tugas untuk berburu, dan tak sekuat serigala yang akan merobek korban dan membawanya kesarang. Anak yang baru lahir mereka tidak perlu dilatih berburu oleh kelompoknya. Bayi anjing umumnya dtumbuh dalam kelaparan.

Dari kelaparan yang diderita – mereka tumbuh dengan Kesaktian Super Power yang tak dimiliki mahluk lain adalah urusan merayu manusia untuk memberinya makan.

Soal papan mereka bisa masuk dan tidur dalam semak.

Darimana asal mahluk ini.

Adam seorang peneliti lain masalah anjing non ras ini hasil pengamatannya pada DNA anjing melihat bahwa kawasan Mongol adalah asal muasal mereka berevolusi dan menyebar. Namun ada bukti lain bahwa asalnya dari Cina atau Eropa.

Penyebaran ini diteruskan oleh para pelaut Eropa kesegala penjuru dunia.

Di kepulauan Fiji dan Polinesia nyaris 99 persen anjing kampung disini berasal dari Eropa..

KECUALI ANJING KALIMANTAN!!!

DNA anjing di Borneo – bukan asal Eropa. Aneh dan sekaligus terbuka peluang mempelajari anjing kita yang ternyata unik.

PESAN

Anjing membuka kesempatan bagi para ilmuwan bahwa masih ada rahasia yang belum terungkap manusia. Mahluk hutan lain ketika sumber pangan terguncang mereka akan masuk kampung – lalu bertindak “normal” yang dianggap manusia mengganggu kehidupannya – banyak yang menemui nasib tragis. Tidak demikian dengan anjing yang pandai melakukan pendekatan “manusiawi” sehingga menjadi sahabat manusia.

Disamping itu.. Anjing liar tentunya rentan terhadap serangan rabies misalnya.

Peneliti ini menyayangkan cara menumpas rabies selama ini dengan menangkapi anjing di jalan lalu memutilasinya. Anjing liar cepat sekali berkembang selama suplai sampah tersedia. Jadi satu jalan sederhana . Kurangi sampah.

Advertisements