So funny


Anya,3, diajarkan tata tertib menyeberang jalan. Mencari lampu penyeberangan dan menunggu sampai lampu berganti warna hijau. Mengangkat kedua tangan saat menyeberang dan sebaiknya bergerombol.

Tapi namanya bocah..Palagi kalau berjalan dengan kakeknya.  Ia mulai ngerjain. Misalnya berusaha lepas dari pegangan tangan kami, ajak main petak umpet yang semuanya potensial tidak memperhatikan lalu lintas di depan.

Seorang penghuni lain, oma oma, sempat menegurnya. Intinya kakekmu sudah tua jangan diajak canda umpet. Banyak mobil lalu lalang.. Tapi tombol subtitlenya off – yang terdengar suara berentet seperti pekerja sipit yang ngebor di komplek AU Halim. Jadi saya ngarang saja terjemahannya.

Oleh ayahnya, ia dibawakan rekaman video kamera cctv mobil yang biasanya dipasang untuk merekam situasi jalan, kecepatan kendaraan.

Video tadi menggambarkan bocah Singapura -menyeberang dengan berlari dan dug menabrak kendaraan sampai si anak terpental. Maksudnya betapa berbahayanya jalan raya kalau tidak berhati-hati. Video ini memang seperti alat bukti misal terjadi kecelakaan atau didepan kita ada peristiwa langka di jalan raya.

Berulang ulang video tadi diputar.. Anya memperlihatkan perhatiannya. Setelah 3 kali diputar ia komentar..

So Funny…

Dia pikir nonton Mr Bean

Advertisements