Sopan Santun Bocah


image

Untuk temanku yang bukan Muslim saya ceritakan – bagi muslim maka berwudhu adalah satu keharusan -terutama menjelang salat..

Dimulai dari cuci tangan dan seterusnya lalu diakhiri dengan membasuh kaki..

Ketika baru memulai basuh tangan disebuah masjid sebelah saya sudah berdiri bocah lelaki usia belasan. Rupanya ia memilih merapat kepada saya sebab tetangga satunya (keran ada dua) – cenderung membatik kulit dengan air – ketimbang bersuci.

Tahu bahwa ada orang lain biasanya saya mempercepat gerakan sebagai ungkapan “tepo seliro” – empati. Juga sambil “ecek-ecek” memberikan contoh bagi generasi kecil ini.

Menjelang urutan bersuci terakhir  – saya lihat kaki bocah ini sudah menjulur nyaris  menyentuh muka saya yang sedang membungkuk. Ia melihat saya seperti teman sepermainannya sehingga boleh diganggu agar cepat menyingkir.  “Buruan gue juga mau wudhu …”

Bila dibiarkan saja ..Arti kata lain – saya menggunakan air bekas cuci kakinya..

Merasa terganggu maka saya berhenti sambil menatap wajah bocah. Kakinya ditarik sambil menatapku dan saya meneruskan upacara yang terhenti.

Namun baru saja saya akan memulai menyelesaikan pekerjaan.. kaki kecil ini mulai menjulur lagi sehingga kali ini saya tepis dengan kaki saya sebagai tanda marah. Nggak tega menyebut kata menyepak.

Namun bocah ini sama sekali tidak kaget, takut. Wajahnya dingin saja.  Menganggap bahwa menyelak.. bukan hal serius..

 

 

Advertisements