Double Owner


Rekan saya, sebut saja namanya Rizki (nama sebenarnya) – heran terheran HP-nya lelet, ngadat, malahan kadang tidak aktip (no SimCard)..

Whatsapp yang selama ini “tang-ting-tung” berbunyi tanda ada pesan baru, sepertinya membisu.

Ia mulai menghitung budget membeli HP baru sebab kata teman yang “sotoy” – “minta ganti tuh HP-nya..” – tetapi sebagai Opini kedua, Riksi mendatangi Grapari dan kaget-terkaget nomornya sudah dicangkok orang lain.

Sepertinya ada orang minta nomor simcard baru, dan sonder dicek – diberikanlah nomor yang ternyata milik Riski sang Pelanggan Setia Prabayarnya.

Pemilik yang baru kelihatannya iseng juga misalnya mengalihkan pesan WA ke hpnya, pokoknya segala privasi sudah menjadi milik umum. Dunia seperti  milik mereka berdua (dia dan teman saya)- sekalipun tidak diinginkan. Coba kalau nomor ini digunakan untuk tindak kriminal atau menggunakan mobile banking miliknya.

Bakalan Habis Memang – nasib teman saya ini. Catatan: Habis Memang adalah dialog Balikpapan yang artinya Habis-Habisan.

Sebetulnya ada SOP pihak Grapari sebelum melampu hijaukan sebuah nomor, akan meminta misalnya nomor tilpun rumah calon untuk verifikasi. Tapi itu dulu…

Sebagai solusi pihak Grapari malahan mengusulkan migrasi ke PascaBayar, biar lebih aman katanya.. weleh…

Saya mengalami nasib sama dulu dengan telpon sistem AMPS Komselindo, Email berlangganan mimbar@xxxx.net.id  lalu BBM (di cangkok di South Afrika)..

Mei2016

 

 

 

Advertisements