Supermarket sekitar kami akhirnya harus lempar handuk… Termasuk fasilitas ATM nya… Bakmi Achan dan mini cafe MITAM.

Mereka harus menutup usahanya bukan karena didemo ala “Selamatkan Pasar Tradisional” – kami malah sangat berterimakasih atas kehadiran toko serba ada kecuali yang tidak ada itu.

Sepertinya episode Pembalut Luka yang saya tulis kemarin 4 Mei.adalah terakhir saya kesana..

Setiap kali ada usaha rontok ditengah jalan, saya “ikut prihatin” dalam arti sebenarnya. Kami pernah mencoba menjalani hidup “niaga”.13178886_10207909279782915_3060539094210512018_n

Kalau kata pak Tung dan motivator lain – hidup keluar dari zone nyaman, out of the box entah bahasa muluk lainnya.  Masak sih bakat melukis Raden Saleh bisa ditularkan kepada bakat tani, misalnya..

Tetapi tidak mudah bagi kami untuk usaha “niaga”  – apalagi ketika pesaing utama kita adalah “diri kita sendiri”.. 

Advertisements