Kerja Bhakti


Kerja bakti ini dilakukan pada setiap akhir bulan.. Jadi kopi darat – setelah selama ini sibuk dengan diri sendiri dan hanya bersua lewat pesan WA. Teman-teman muda mengajak saya untuk aktip berpartisipasi dalam kepengurusan “untuk dituak-tuak-in”. Saya selalu menolak dengan alasan sangat sibuk menganggur.

Kelompok ini boleh mengklaim “penduduk aseli” – lantaran ketika mereka memutuskan tinggal disini – rumahnya dibangun dari “Nol Puthul” alias dari Babad Alas “Mertani.” – kalau dalam cerita Babad Alas Mertani, selalu diceritakan godaan membangun adalah di demo para demit yang merasa lingkungannya di rusak, penghasilannya berkurang. Dulu kami di “palak” lantaran cuma ” Pendatang”.

Tanahnya subur.  Air minumnya bersih.. Kami hanya menggunakan “pure-it” dan langsung minum.

Saya yang baru “masuk” tahun 2005 sudah dibilang “OPA” disini..

– Jadi kelak kami kan menjadi Leluhur…

Prestasi kelompok kecil ini sudah kentara… Mengecor jalan sepanjang 300m, membuat portal, lapangan Badminton dan Tennis Meja..Semua dengan sumbangan – dan ternyata anak-anak muda ini rela menyumbangkan misi, visi, dan gizi. Maap kate, yang kolot sih banyakan porsi visi dan  khutbah-nya..

Kerja bakti ini dilakukan sebab masih kerap ditemui Kobra di lahan-lahan yang masih tidur. Saya sendiri kalau kerja bhakti secara praktis membersihkan halaman dan kebun orang lain, lha asisten rumah tangga mbak Nani tiap pagi kerja bakti di luar pagar.

Sekalipun demikian, jangan kaget ada beberapa lahan tercatat ada yang 300-500 meter persegi, sudah puluhan tahun tidak bayar PBB, alias yang punya entah siapa…

Sebagian anggota – dr. Y merangkap Harry Potter dengan Nimbus 2016, me (cap), Col “marine” E70, Ir (sling bag), Col Mr G” duduk, Plo (duduk kaos hitam), GeoKi (sidakep), Avi (putih-putih duduk), Mur (topi), Manu kaos coklat (beliau lebih Leluhur ketimbang saya)

13055363_10207842082063014_1779843138100898968_n

Advertisements