Pembukaan Kembali Pulau Coney a.k.a Pulau Serangoon. a.ka. Pulau Setumu a.k.a Haw Par Island


Sarang Burung Manyar
Sarang Burung Manyar

IMG_0310monkeyssarangmanyarIMG_0100

IMG_0134

Monyet di Pulau Coney Singapore
Monyet di Pulau Coney Singapore

Elang_Gagal

Jalan Semen ada Jalan Papan ada Jalan Unseal - batu-ada
Jalan Semen ada
Jalan Papan ada
Jalan Unseal – batu-ada
Sumber Air (Reservoir)
Sumber Air (Reservoir)

One Island with Three Names: Coney = Serangoon = Setumu

Pulau Coney a.k.a Pulau Serangoon, terletak di Timur Laut Singapura. Pada Sabtu 10 Oktober 2015, pulau ini dibuka kembali setelah sempat ditutup terhadap publik. Sebelum ditutup – pulau ini favorit bagi para peselanjar dan penggemar kamping. Apalagi lokasinya berseberangan dengan Obyek wisata lain yaitu Pulau Ubin (Singapura).

Namun terjadi penyalah gunaan sehingga polusi sampah seperti plastik, botol air kemasan, bekas bungkus makanan, sisa makanan umumnya plastik Mie Instant – beberapa binatang liar seperti Otter (berang-berang), burung, kura-kura dan konon ada Boar (Babi Hutan) sudah terpopulasi dengan makanan manusia – sehingga terlanjur sakit.

Kondisi inilah yang membuat pemerintah setempat menutup pulau ini untuk di NORMALISASIKAN.

Only BiCycles .. No machine

Lantas kenapa nama pulau yang sama bisa ganti bergonta. Tempo lain dibilang pulau Serangoon Tempo lain lagi dibilang Pulau Coney.

Penamaan pulau sampai dobel-dobel ini lantaran orang Belanda yang tapinya Inggris ini sering lupa mencatat bahwa mereka sudah kadung kasih nama pulau lain dengan nama sama. Asal bentuknya mirip Sumatera eh mirip Kelinci (Coney) maka nama itu pula yang diberikan..

Keadaan di pulau ini dibiarkan “rustic” atau alami. Jadi tidak ada penjual Es Cream, Komedi Puter, atau Hot Dog disini.. Anda diingatkan bawa botol minum sendiri.

Teknologi sebisanya dihindarkan karena mengganggu penghuni pulau ini. Untuk tenaga listrik diluar pagar mereka menggunakan Sel Matahari. Bahkan air bilas toilet cukup dari tampungan air hujan (jadi tidak seperti biasanya – air disini mending jangan diminum langsung. Tempat lain sih boleh.

Pohon yang dominan di pulau seluas 50 (dulu 45) Hektar ini adalah Kayu Casuarina (Cemara Hutan). Dinamakan Casuarina sebab daunnya mirip burung Kasowari. Banyak pohon tumbang “pating belakrah” – malang melintang dibiarkan begitu saja.

Tapi ini suatu kawasan tanpa listrik dan kamera pengintai… jadi…

Free Admission
Free Admission

Gara-gara pembukaan Coney Island maka nama daerah Punggol menjadi lebih terkenal. Sebab untuk kesampaian lokasi – anda butuh MRT menuju Punggol – (NEL-Trayek North East Line (HarbourFront- Punggol).

Dan jangan tergantung kepada Taksi sebab untuk sementara ini trayek kering alias “jin buang anak”. Lokasi ini juga tak-jauh-jauh amat dengan pusat latihan pasukan elite “KOPASUS” Singapore dan Peternakan Anjing Ras.

Rekan saya Berty, seorang tokoh Pramuka, penggemar perangko, Tintin, Star Track, dan Senior Wartawan menyebut bahwa jambore Pramuka Sedunia yang ke 23 – pernah di tenderkan untuk dilangsungkan di pulau Coney pada 2015. Namun karena satu dan lain hal tender dimenangkan Jepang. Mungkin mengingat saat itu pulau belum kembali normal.

Advertisements