Jarinya dipatahkan semua


OKRA /LADY FINGERJari-jari -nya di-Patah-kan semua
Untuk makan malam – biasanya mbak Tini – asisten rumah tangga – beli dadakan sayur di Mini Market di Blok Kami.
Biasanya sekitar jam 16:00 ibu beranak satu yang sudah satu tahun ikut dengan keluarga anak saya – siap dengan catatan belanja.
Pulang dari belanja ia mengeluh “sayuran patah-patah semua, dan cuma ini yang tersisa.”
Yang ia tunjukkan adalah OKRA- seperti Gambas(oyong) Kurus . Biasanya – yang dikenal sebagai Lady Finger – Saya tidak bisa menyebutnya dalam Mandarin pertama ditulis dalam aksara Mandarin sementara bahasa Inggris menyusul dibawahnya.
Pembeli nakal kami – kadang para Old Bapak, mungkin sudah dapat “santi-aji” dari sang Istri alias pengarahan bahwa memilih Okra yang muda caranya harus dipatahkan terlebih dahulu untk dilihat bijinya sudah besar atau masih kecil. Sial bener – barang dagangan orang main dipatah-patahin.
Akibatnya mbak Tini tidak perlu memotong Okra lagi, kecuali sedikit merutuk sebab Okra Tua dan Setengah Tua yang kami dapatkan sore ini.
ANG MO
8 Oktober 2015

Advertisements