Kuliner Bayi


IMG_0120Cucu kedua saya -Nara (2-1/2bln) kerap ditinggal oleh orang tuanya – bekerja. Sama halnya dengan kakaknya Anya (2-1/2th)-dulu.

Lantas – untuk menghindari susu formula, oleh ibunya ia ditinggali makanan aseli yang disimpan di mesin pendingin. Ini memudahkan kami sang Kakek dan Nenek untuk secara teratur memberikan mereka makan saat orang tua mereka berada di Kantor.

LIMA SEPTEMBER

Setiap bungkus makanan bayi ini diberi label, dan dikeluarkan berdasarkan Azas Praduga – FIFO – First In First Out. Semua berjalan lancar – sampai pada suatu sore, bayi dua bulan lebih sedikit ini usek-usek menolak minuman yang biasanya kami sampai kewalahan melayaninya.

Setelah semua usaha membujuknya gagal, kami coba mengganti susu dengan label lain (maksudya tanggal berbeda), wela tala.. dia kembali minum dengan rakusnya. Glegeg-en lalu pulas.

Sampai sekarang masih belum jelas – gerangan apa yang dimakan oleh sang ibu sehingga ada perubahan rasa dan aroma makanan alamnya. Bayi “cengik” kok ya sudah tahu kuliner. Kalau ibunya makan sesuatu lantas bayi nggak ACC – kok bisanya menepis makanan.

Mimbar Saputro 30 September 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s