Tepo Saliro


Jam makan di Terminal 2 Bandara Changi – hari Minggu, tidak sulit dibayangkan – adul-adulan. Warga Singapore telah menjadikan Bandara sebagai satu obyek rekreasi. Bukan cuma untuk nonton pesawat, atau lambai-melambai berpisah atau bertemu.
Tidak terkecuali resto Waralaba (Korea?) Four Fingers – yang pakai judul menggoda…
Now Halal At Last! lalu ada gambar gundul merenges..
Tapi meja-meja kosong masih penuh sisa makanan. Bayangan saya pertama kali adalah kemana para anak muda, yang biasanya kalau direstoran macam begini selalu gesit bergerak, apalagi kadang ada supervisornya.
Namun hayalan indah di Indonesia – harus saya telan dulu ketika muncul seorang amah dengan langkah gontai, lambat – mungkin selain beban usia, beban berat badan, beban asam urat, beban kolesterol seperti layaknya orang seusia dia dan… saya juga)..
Yang bikin saya jadi malu, ketika para pengunjung tanpa sungkan membersihkan sisa makanan tamu lain, dimasukkan kedalam tong sampah…
Kamipun ikutan demikian bahkan saking mantepnya.. Usai makan ayam goreng… Saya bersihkan meja kami…Sebelum pergi…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s