Noken Buai (bahasa PNG)


P1070815Banyak wantok alias teman saya di PNG gemar mengunyah buah kinang (BUAI) – kebiasaan berurat akar ini sedang diusahakan dihapus ditempat keramaian alias dilarang katanya ludah merah dikecrotin disembarang tempat yang bikin pemda setempat geram. Tapi yang sudah kecanduan makan sirih kan alasannya macam habis makan coklat Hagendaz. Ada sensasi “tinggi” – menekan rasa lapar dan muncul keberanian.. Kalau sedang berperang, kewaspadaan akan kedatangan  musuh jadi lebih terasah.. Di Rigpun kebiasaan mengunyah sirih diam-diam dilakukan para pekeja Rig.. Padahal ancamannya bisa dikeluarkan dari proyek.. Bukan cuma ludah merah banyak dijumpai… belakangan ini Kecoa-mulai berani berjalan didepan saya.. Tadinya masih kelihatan baru menetas…lama-lama sudah mulai kelihatan sayapnya..  Dalam sebulan saja mereka kelihatan Ganteng dan Cantik menurut warga per kecoaan.

Lama lama mereka makin berani naik ke laptop.. Mula-mula matanya melihat kearah saya, kalau nampaknya saya mandah eh ngelunjak malahan menclok ke keyboard.. Gimana coba kalau sampai ngeklik video bervirus ala “GADIS MABUK”- kan bisa bikin saya malu se RT…

RACUN SERANGGA Mereka harus saya musnahkan…Tekad saya bulat.. Di Supermarket tanah air “bagian racun serangga” saya lihat benda seperti bedak dipadatkan diiklankan ampuh basmi kecoa.. Sampai di Rig PNG, saya menorehkan racun berbentuk kapur tulis ini ditempat yang sering dilewati balatentara kecoa muda ini.. Menurut keterangan dalam bungkus, asal benda ajaib (iya memang mereka sebut ajaib)  sampai dilewati kecoa..Mereka bakal kena jaringan syarafnya lalu lumpuh macam kena stroke. Beberapa waktu kemudian.. tepatnya waktu yang dihisabkan mereka bakal kena stroke saya malahan melihat kecoa kecil tadi sudah tambah dewasa dan sehat kecuali saya lihat bagian mulutnya agak aneh seperti ada luka baru.. Dan masih berani nangkring dilaptop saya.. Masih tanpa sungkan.. “Boz terimakasih kiriman kapur dari Indonesia ya… Lumayan teman makan sirih.. “

Advertisements