Zonder teriakan “Tambo Ciak”


Rumah makan (masakan) Padang yang terletak di jalan Muwardi ancer-ancer tetangga menyeberang dengan pasar Tradisionil Grogol – Jakarta Barat ini merupakan langganan kami sudah cukup lama.

Uniknya bahasa yang dipergunakan sebagai pengganti “Nasi Tambo Ciak” menjadi “Sekule Setunggal Mawon Mas!”

Masakan Padang juga sudah terkenal seantero jagad sehingga ketika Astronot pertama menjejak bumi yang ditanyakan sementara orang, apakah RM Padang sudah buka cabang disana.

Tetapi jangan lupa Warung Tegal – adalah merek dagang jaminan masakan yang Yumi-Yumi.

Maka ketika kedua unsur dahsyat dipertautkan – jadilah rumah makan (masakan) Padang Pondok Minang Grogol salah satunya.

Kedai ini memang dikelola sejenis manusia warung Tegal sehingga untuk lidah macam kami yang kurang suka dengan rasa dominan asin, mau tidak mau mentasbihkan rumah Makan ini menjadi pilihan utama. Bahkan saat mengadakan perhelatan suka dan duka, mereka diminta bantuannya menjadi suplier makanan cepat saji. Bayangkan sekedar Kotak berwarna putih dengan logo rumah Minang berisikan , nasi pulen berbatas plastik, sekantung sambal hijau, ayam pop, rendang, jangan lupa pisang dan krupuk juga dijepret dalam kantong plastik.

Yang masih belum bisa terjawab adalah mengapa Rendang, Tunjang (dengkul sapi), Gulai Otak selalu menu yang disembunyikan. Artinya anda harus berteriak bertanya yang terkesan kurang sopan…

“Mas, sampeyan masih Punya Otak nggak sih…”

Dan yang ditanya akan merenges dan tidak akan marah…

“Kalau Dengkul-mu?”

Andai pertanyaan pertama dijawab “habis..”

Ya sudah, ibarat kata – Habis Otak Terbitlah Dengkul…

September 2014

Advertisements