Junkiesnya Ketinggalan


Sreeet.. kendaraan terpaksa harus dihentikan… tergopoh-gopoh kami segera memutar berbalik arah. Jalan Caman sepertinya padat merayap di minggu siang itu sehingga kami urungkan makan siang bersama disalah satu rumah makan Padang yang berancer-ancer di tempat sekitar orang berbalik arah.

Akhirnya kami masuk RM Franchise yang memang baru buka lapak pertengahan Agustus.

Pelayan berbaju Minang menyambut kami, lalu kami menuju pojokan restoran ber pendingin udara. Nampaknya baru ditinggal oleh pelanggan terbukti sisa makanan tumpah dikolong meja. Tadinya kami akan “tenang-tenang” saja memanggil petugas untuk membersihkan meja. Tapi salah satu anggota keluarga sedikit termehek ketika melihat popok bayi “full” isi dibuang di kolong meja.

Salah satu ciri bangsa kita yang Adiluhung ini memang dikasih tempat sebersih apapun matanya tetap katarak menyangka lantai ubin bersih kinclong kemilau tak lebih kali Ciliwung.. Boleh buang kotoran suka-suka.

Kelimpungan peyelia menginstruksikan pekerjanya membawa pel dan hanya dalam hitungan detik, kotoran sudah bersih kembali. Tapi kami memilih cari kursi lain…

Soal rasa, RM Franchise ini tak perlu diperdebatkan… Nasinya Pulen, Sayur santan Daun Singkong campuran buah leunca, pelayanan yang cepat membuat makan siang terasa sempurna…Kelas Mercedez Benz untuk ukuran lidah.

Saat membayar.. seorang Ibu berjilbab Protes – beliau dan keluarga makan Tiga Gurame Besar, di bon cuma tertulis Dua saja.. Restoran nyaris ketimpa kerugian kalau saja pembelinya tidak jujur..

Seorang Ibu tak berjilbab dengan lipstip merah membara – protes – kenapa Sate Padang belum di charge…

Giliran saya terhenyak… jumlah tagihan tak sesuai dengan perkiraan “undercharge” , ternyata masakan yang kami pesan untuk dibungkus.. salah satunya rendang Junkies untuk dibawa ke Balikpapan – kelupaan ditagihkan oleh panitia…

Jangan-jangan masakan ini membuat sebagian dari kita mendadak jujur…Mudah-mudahan jujur tiada expire..

Pondok Gede – September 2014

Advertisements