Keblejog Transaksi Online


Selasa 9 Juli 2013

Tiap hari diiming-imingi mbak Dona Agnesia  jual beli online di TV dengan gampangnya. Lama kelamaan membuat kami kepingin mencobanya.

Kok kebetulan istri saya lagi kepingin sepeda…Bertahun lihat suaminya naik sepeda – dia baru kemecer-kepingin ya sekarang ini.

Semula rencana ingin cari sendiri di toko sepeda.

Namun karena hujan lebat, dan hari pertama puasa – dicoba cara yang modern melalui internet. Iklannya kan ndak perlu keluar rumah, semua ada diujung jari, anda pesan kiriman datang.. Bahkan lebih lebay lagi, artis Dona yang mendatangi pembeli..

Lalu kami melihat iklan di website “TB”. Barang yang kami cari berupa sepeda lipat. Iklan ini belum di verifikasi artinya belum pernah dicek kebenarannya oleh pengelola. Nomor kode iklan adalah 256-79-49-5, mengaku berlokasi di Jakarta Timur.

Ternyata nomor Tilpun 082-3348-444-29 yang tertera di situs tidak langsung diangkat, kami susul dengan SMS, dan email yang menggunakan alamat samaran herriharyanto123.

Menjelang Magrib barulah pemilik iklan menghubungi HP istri.

Harga sepeda diturunkan sampai setengah juta. Tanpa ditanya dia bilang akan kasih Sepatu?, Helm, Sarung Tangan, baju dan celana bersepeda, Bell dan Lampu, Kunci Gembog. Barang langsung dipacking, langsung dikirim.

Sekalipun curiga namun jujur saja hati siapa tidak mongkog coba..

Lalu dia mengirimkan SMS berisikan data nomor rekening BCA 295-227-1378 atas nama Ahmad Kurnia.

Hati mulai kebat-kebit..Pasalnya beda bener nama samaran HerriHaryanto123 kok munculnya lain. Tidak lama kemudian dia kirim kabar minta dibelikan Pulsa-sebab tanpa pulsa ia sulit bergerak. Alasannya Anak buahnya pada pulang semua sehingga dia sendiri yang packing barang.

Saya sampai menggigit jari telunjuk kiri – sampai sekarang masih sakit – ini penipuan.. 

Dia bilang – dia bos pemilik Sepeda, tapi pulsa untuk bisnis nggak gablek.. bisnis apaan..

Saya mencoba bertahan untuk tidak mengabulkan- caranya menunda kirim uang pulsa.

Dia menilpun kembali nomor HP istri saya, dan kini istri saya yang mendesak saya untuk mengabulkan permintaanya.  Sebab kalau ndak ada pulsa dia belum bisa bergerak kirim barang. Giliran saya didesak istri, aku ndak berkutik sekalian pingin tahu bagaimana sih jalan pikiran para penipu ini.

Ketika Pulsa sudah diterima, dari semula berjanji akan kirim sendiri dengan mobil, ia mengubahnya dengan pakai JNE. Alasannya sudah malam… Kapan dia hubungi kami lepas magrib.

Beberapa jam kemudian istri saya menanyakan update barang. Jawabnya  JNE sedang ada penggerebegan Narkoba, jadi tidak bisa kirim barang… Baru besok pagi sekalian dikirim resi.

Jreng…..

Istri nengok kepada saya …“hati saya mengatakan kita ditipu”.. Katanya.

Ya iyalah – kata saya enteng…

Tapi kan menurut pemeran pak Uztad di Sinetron paling suka umbar kata jangan Sudzon. Kami tunggu resi sampai hari Rabu ini…

Hari Rabu.. awal puasa – SMS dan tilpun atas nama Ahmad Kurnia sudah ikutan puasa alias tidak diangkat.  Mudah-mudahan uang panjar plus uang pulsa yang dipakai melalui rekening BCA-nya Bung Ahmad Kurnia untuk makan sahur dan berbuka puasa.

Pelajaran bagi saya – ratusan atau ribuan kali kita menyaksikan penipuan minta pulsa. Namun tidak berarti kita imun akan virus tersebut. Mereka pandai sekali memanfaatkan kelemahan kita.  Jangan coba-coba berurusan dengan mereka sebab bisa berakibat fatal…

Advertisements