WAGE TUKANG SALESMAN YANG RM PADANG YANG NAIK HAJI


MASA SUSAH

Menjelang pergantian pimpinan lengesernya pak Harto. Seorang anak muda jam 7 pagi sudah mengetuk pintu pagar kami sambil membawa brosur kendaraan Niaga. Di tangannya tergenggam Koran pagi yang ia sudah ia beri tanda pada bagian iklan penjualan mobil. Dibalik jaket kulit kumuh – terlihat gelembung buntalan uang. Salesman yang sebut saja Wage – tergolong penganut Mahzab Early Bird catch the Warm Worm.. Ia Bangun pagi, mencari pemasang iklan, kalau sudah “deal” maka sebagai penjual mobil bekas ia akan memberi uang persekot.

Sambil mencari penjual mobil bekas, iapun menawarkan Mobil baru. Waktu kami kenal ia masih menumpang rumah kakaknya di bilangan Setiakawan Grogol.

Kami adalah pelanggan “debut” bagi uji materi kemampuannya sebagai salesman. Dengan kemampuan bicaranya – kami jatuh hati pada daya juang mas Wage, lulusan S1 sebuah perguruan tinggi. Dia selalu menggunakan mantra “Gampang, saya urus” – sehingga kesulitan administrasi umumnya klarifikasi Kredit dan Asuransi biasanya ia potong ujungnya dengan mengatakan “tanggung jawab saya” –

Lalu sebuah kendaraan Bak Terbuka kami beli.

Dan sejak itu ia menjaga hubungan bisni dengan mengirim kartu Ulang Tahun – lalu sejak SMS dan BBM mulai popular, ucapannya kadang digantikan Parsel. Padahal kami bukan pejabat, atau personel yang memiliki Tanda Tangan Sakti.

Kadang kalau pulang kampung- ia sengaja membawakan kerupuk Jangat (rambak), kerupuk kulit. Namun sejak ia mulai berdiri sendiri – memiliki showroom di bilangan TB Simatupang, ia mulai jarang datang berkunjung. SMS kepindahannyapun unik “KAKAK- mohon doa restu adikmu pindah ShowRoom ke TB Simatupang. Ini ShowRoom adikmu sendiri, bukan milik Tauke.

SWAT ANALYSIS

Pernah sekali waktu kami berniat membeli mobil- dari pihak lain. Entah bagaimana, ia memiliki jaringan sehingga bergegas mendatangi kami sehingga dua salesman amprokan. Dan entah bagaimana, salesman alternative mengundurkan diri..

NAIK HAJI

SMSnya kian jarang, lalu datang pesan singkat – bahwa ia berniat menuaikan Ibadah Haji sekeluarga sehingga – sejak saat itu kami panggil pak Haji – sekalipun ia tidak menghendakinya.

HARLEY DAVIDSON

Sekali tempo untuk urusan perpanjangan Stengka (Citayam untuk STNK), saya tilpun dia. Suara kendaraan bergemuruh.. “Kak.. aku lagi ikut rombongan Moge,nanti aku tilpun balik ya..” Ia memang tidak jual bicara sebab tidak lama kemudian tilpun bordering. Bahkan kelanjutan pembicaraan saya membeli sebuah kendaraan yang full dengan Stiker MOGE.. sampai-sampai orang sekantor bilang “Tidak Nyangka Pak Mimbar Penggemar MOGE,” tapi jelas bukan..

PARIS

Tempo lain ia menjawab dengan signal terputus.. “maaf Kak aku masih liburan dengan anak-anak di Paris, nanti aku tilpun balik..” – dia tetap memegang janji dan menilpun saya untuk sebuah urusan perpanjangan STNK juga.

LANGGANAN PARA PEJABAT

Kadang cara dagangnya yang unik adalah .. “tuh mobil sudah setahun mau masuk dua tahun… mau tukar tambah nggak? – ” kadang diapun pinter memberi bumbu.. Mobil ini milik petinggi Angkatan, tapi baru beberapa bulan sudah suah angsur sehingga kembali ke tangan saya. Mau nggak nih.. masih Mulus..

Ternyata ada Jendral yang tunggak angsuran juga ya..

Ada sebuah mobil yang saya Ngeces kepingin karena kaki bisa selonjoran.. Dia enak saja komentar.. Rumah anda di Bekasi, medannya berat – Gubernur Jawa Barat dan Wakilnya -pada Ganteng- tapi jalanan Bonyok Bopeng Parah.. Bisa-bisa Mesin Gengsot dengan aspal. Akhirnya sampai sekarang saya bisanya memperpanjang ngeces..

RM PADANG FRANCHISE

Nah lo.. kok ada BBM dari bapak beranak 3 ini. Undangan pembukaan RM Padang Franchise di kawasan Karawaci. Masih ada dua hari lagi sehingga saya mencari toko kembang langganan di pasar Grogol.

Jebule, sang pemilik toko kembang bilang lancar menyebut alamanta – “Peresmian RM Padang ya.. saya ada lima pesanan dari pengusaha mobil. Wah rejeki nomplok.”

Seperti biasa, ilmu RM Padang adalah Nasi Putihnya yang pulen. Saya “sok imut” mengambil ukuran mini – untuk kemudian menambah dan menambah lagi. Wage datang join sebentar dimeja, tangannya meraih Rambak Plastikan.. Tanda ikatan kami dimasa ia merambah karir – membuka persahabatan dengan Kerupuk Kulit Lembu.

Lalu saya tanya – giman bisanya melakukan diversifikasi dari Mobil ke Rumah Makan.

Aku sudah nutup Ruko dua Lantai..

Mau dibuat Karaoke – biasanya bernada tanda kutip – aku sekarang Haji.

Akhirnya saya bikin Franchise biar istri memiliki kegiatan.

“Lho biasanya RM Padang ini sangat selektip memilih lokasi, dan biayanya tahun 1998 sekitar satu seperempat eM”

Aku segini – katanta sambil mengembangkan ke Lima Jarinya. Tapi lima jari ini digerakkan kekiri digerakkan kekanan..

Woalah Franchise Gratis to? Dan dia bisa lakukan semua itu..

Tidak lama dia bicara dengan kami, tamu berdatangan. Dia bergegas meninggalkan kami untuk menuju lantai dua, eh HPnya tertinggal. Saya ambil HPnya, lalu naik ke lantai 2 sambil pamitan. Nah lho dia malah ikutan turun mengantar saya. Lalu berhenti sebentar lantaran Miing juga ada didepan restorannya. Saat mereka bersalaman, saya minta Bang Miing untuk jangan buru-buru melepaskan jabatannya sebab saya musti merogoh Poket kamera.

Paling tidak kalau ia perlukan buat iklan – ada fotonya bersama salah satu selebritis.

 

 

 

Advertisements