Mari Makan Bakso dengan Borax, pasti enak dan tidak masam..


Manakala sedang main ke Citraland-Grogol, kami kerap mampir kedai Bakso Tahu ala Singapore. Itu lho yang sayurnya ambil sendiri, bakso dan pernik diambil sendiri, lalu plung oleh pelayan dimasukkan kedalam kuah panas.

Namanya Ibu-ibu, manakala saya bilang Supnya Wuenak, selalu saja mereka bertindak defensive.. “Aku Bisa Kok Masak Seperti Itu...” – dan Jreng..Jreng..Jreng, dalam waktu tidak lama makanan serupa akan dihidangkan dirumah. Dalam jumlah tidak sedikit.

Besoknya kepingin makanan yang sama tinggal ambil dari kulkas, besoknya lagi kalau masih belum bosan dan persediaan masih ada – tinggal plung..

Kebetulan lagi di Singapore, kebiasaan beli Bakso, Tahu dan pernik makanan Singapore juga dipertahankan.

Keesokan harinya  menjelang makan siang saya lihat didapur sudah menggelegak Sup Bakso lengkap dengan Kekan, Bakso, Tahu, Tauge, Kangkung. Hanya mi kuning yang absen.

Saya sudah ndak sabar lagi.. Dan bola daging yang masih hangat semi panas sudah saya gegares. Saya harus menggabungkan Ilmu Mendribel Bola agar panas bakso tidak menetap terlalu lama dalam mulut sehingga menimbulkan sensasi terbakar.  Tak lupa Ilmu Pernapasan, yaitu sambil menggolah Bakso sekalian ditiup menggunakan Pernapasan Tenggorokan. Jadi makan sambil mengeluarkan suara hwah-hwah.

Sayangnya pada gigitan pertama nyaris saya lepeh, sebab Tahu terasa masam, Bakso terasa masam. Padahal penganan ini cuma menginap semalam dalam di Kulkas.

Resiko penganan SEHAT, alias makanan tidak diberi Borax, Formalin dan segala macam ramu-ramuan pengawet , maka begitu dibeli harus segera diolah.

Advertisements