Celana bikinan Luar Negeri


Soal celana panjang sepanjang ingatan saya hanya bisa “ngupah ke teylor” 
- kalau nekad beli jadi di toko, maka terjadilah malapetaka ketidak 
sinkronan antara ukuran perut dengan panjang celana.


Disebuah toko dinegara tetangga yang barusan mengalahkan Thailand dalam 
urusan “Bal-Balan” - saya masuk toko menemani keluarga. Lantaran iseng 
menjadi Pelengkap Penderita yang cuma bisa tarik dompet, teken slip 
pembelian sambil tarik napas berat maka saya latah dan iseng mencari 
celana panjang.


Penjaga toko yang selain jual pakaian juga biskuit ini cuma melirik 
selintas sudah bisa menentukan ukuran celana saya dan "voila" ukurannya 
pas tak tercela..


Hari itu rasanya lega hati ini bak melihat kesebelasan sepak bola 
Indonesia menang mengalahkan Malaysia dan Korea Selatan sekaligus.


Dan sekali lagi aku menyesali, butuh ratusan kilometer aku terbang - 
kenapa dapet-dapetnya celana disini????- Maka saya catat toko dinegeri 
ini sebagai “yang mengerti dengan orang yang tinggi badannya bermasalah..”


“You are lucky.. this model just arrived yesterday,” kata encik 
supervisornya sambil menscan barcode dan membungkus pesanan saya. Entah 
apa bedanya celana pria antara model kemarin dengan model setahun lalu, 
atau satu repelita sekaligus.


Genap dua bulan celana kebanggaan saya - menyadarkan aku sejatinya “made 
in Indonesia” seperti label yang tertulis didalamnya.
Advertisements