Bank itu namanya KIM


Dimusim liburan ini saya ke sebuah mal di Jakarta Barat. Bukan 
blanja-blanji melainkan mencairkan cek yang sebagian milik teman-teman. 
Pekerjaan yang tidak masuk JOBDES saya- tetapi kalau mengingat liburan 
NATAL yang bakalan mengular panjangnya, maka kami harus siap-siap 
“cash”. Beberapa jam setelah kepergian saya, hujan langsung turun, dan 
motor sampai pada masuk jalan tol..

Coba saya tunda sebentar saja.. maka urung sudah rencana kirim fulus 
yang dinanti-nanti beberapa teman..

Jam Sepuluh, bank sudah mulai menerima transaksi. Saya masuk dideretan 
antrean. Sambil nyeruput Kopi ber Voucher Internet Akses Gratis. Lha 
datang jam 08:00 Mal juga baru dipel.. Cuma warung kopi bule yang sudah 
aktip.

Didepan saya ada seorang bapak yang nampaknya klik diajak ngobrol.

Bank ini termasuk yang “mengubah paradigma” selama ini. Yang mengucap 
kata tanda kutip adalah seorang bapak yang antrean didepan saya dan 
ternyata “mudahan betul” dari bank yang sama.

Tetapi jujur saja lho baik saya dan teman dikantor masih belum ngeh - 
bahwa bank dengan embel-embel Syariah - nyatanya proses transaksinya 
Ribettt sekalipun biasanya mendompleng nama yang induknya.

Saya pernah "dituding" menelantarkan beberapa tenaga Konsultan kami yang 
dari awal “deal” kerja kami teriak-teriak - minta nomor rekening dari 
bank “B**” sebab itu bank resmi kami dan kontrol uang mudah dilakukan. 
Mereka tetap ngotot pakai Bank lain sehingga selalu saja ada salah 
sambung dan berakhir ribet deh.

Seorang sahabat saya, lebih membingungkan lagi ketika kami akan 
mentransfer uang - beliau keukeuh untuk dikirim ke rekening Bank KIM...

Sebelum terjadi kesalahan, saya minta eja nama banknya... Setidaknya 
diemail/scan bagian belakang buku tabungan yang ada nomor dan nama 
banknya. Jawabannya - aku ndak punya email.. Akhirnya komunikasi pakai 
Text.. dan Voice.

"Cirebon, Indramayu, Magelang, Bandung - sing kuwi lho - mantan Lippo 
Bank.." kata suara diujung sana.

Deg....

Kalau Chotbah menjadi Kotbah

Kalau Chairul menjadi Kairul

Tetapi kalau CIMB mbok yao jangan dizolimi menjadi KIM(B)- apa kalau 
ditambahi jadi Kim Syariah...
Advertisements