Potong Telor Angsa


Telur Angsa Ini Setelah ditempelkan ketubuh penderita Kanker, bisa berisikan cairan kental warna hitam, darah yang berbau amis
Telur Angsa Ini Setelah ditempelkan ketubuh penderita Kanker, bisa berisikan cairan kental warna hitam, darah yang berbau amis

 

Telur tadi cuma diusapkan di telapak kaki pasien yang terbaring. Ajaib – nenek berteriak kesakitan.. Padahal beliau bukan orang lebay dalam menahan sakit.

********

Lupakan sejenak jika anda pengikut kitab Hipocrates, atau Avicenna dari ketabiban Arab.

Mari lirik dunia Tabib alternatip yang sering diejek sebagai Klenik lantaran pakai Kitab dan dalil yang lain.

Setahun yang lalu seorang teman pernah memberi alamat pada saya “MHD.” Alamat ini ia berikan setelah saya bercerita penderitaan akan seorang keponakan kebanggaan keluarga kami yang menderita kanker otak.

Teman tadi membuka BB-nya dan nampak hasil Scanner yang memperlihatkan bocah usia sepuluh tahunan ini menderita tumor otak yang menyerang Batang Otak. Bocah dalam gambar sampai sekarang menampakkan wajah riang, berenang dikali di Ujung Sumatera sana, sampai nampak bercanda di jalan Orchard – Singapore.

Sebaliknya keponakan saya dengan pengobatan medik yang mahal di luar negeripun, akhirnya harus kalah dengan keputusan Ilahi.

Baru-baru ini seorang nenek – mungkin sudah bosan dibawa ke pengobatan modern, lantas mbegegek – minta alternatif. Apalagi hasil pengobatan yang dulu membawa hasil, belakangan tidak memuaskan. Sel-sel makin bercokol dan membiak.

Lalu saya mulai membawa catatan saya kedepan sidang keluarga sang nenek.

Terus terang – saya tidak membujuk ala petugas Asuransi menggiring calon korbannya.

Saya seperti bercerita mengenai gurihnya Siomay Bandung – tapi dengan gaya bahasa saat order datang – isinya Pare “kolot” semua.

Apalagi saya pernah di-donder- seorang tabib bergelar DOKTOR, nyaris Profesor bahwa tumor di otakpun jenisnya berbeda.

Akhirnya ya itu mending “cep-klakep” – melakukan gerakan tutup mulut. Cuma merasa berdosa ketika salah satu cucu nenek tadi akhirnya kalah setahun kemudian. Aku kok cuma penonton. Pendengar baik atas keluh kesah ayah dan ibunya, tanpa sepatahpun memberikan komentar . Bukan aku banget.

Innalilahi waina ilahi rojun.

Hari Minggu 30 Desember 2012..IMG_0376

Kami memasuki TKP yang di-akses dari Sakura Regency Jati Asih- Bekasi Selatan.

Pasien dibaringkan, sementara menunggu sang tabib, dua Telor Bebek Angsa Segar diletakkan diatas meja. Saya memotret telur tadi, menciumi telur dan mengamati kalau ada retakan. Telur saya nyatakan segar.

Tabib masuk…. kami berbasa basi sebentar… Ia mengambil sebutir telur Angsa, lalu ditempelkan ditelapak kaki..

“Rasanya hangat ya Bu?” – tanya tabib HMD

“Wah ya cuma dingin aja(h)” kata nenek.

Telur Angsa kemudian dirajah – pakai spidol merah. Ia merapal doa seperti kalau habis salat jamaah.

Rajahan ditempelkan ditelapak nenek yang berbaring terlentang.. kali ini ia teriak-teriak kesakitan….

Seperti hendak menguji Skeptism saya, telur diperlihatkan kepada saya, lalu ditempelkan ditulang kering nenek yang pakai celana panjang.

Lagi-lagi nenek “kejer”…

Telur ditaruh didada nenek – pasien diminta berdoa… pak tabib menghilang dibalik pintu…

Lima belas menit ia menghilang. Telur diambil oleh asisten , dipecahkan lantas dihidangkan diatas cawan dan ditaruh dilantai.

Saya kok melihat berso kelam kalau pesan Dua Telur Setengah Matang di kecrotin kecap yang sekental oli 90

Maksud saya ada macam minyak, ada macam tahu minyak kelapa warna hitam, ada darah (ya darah), dan bau amis. Cepret-cepret – Foto saya ambil.

Telur kedua-pun diperlakukan dengan urutan sama.

Telur tanpa rajah ditempel ditelapak kaki – reaksi nenek anteng. Telur rajah ditempel telapak kaki – nenek meringis aduh teraduh …

Kalau anda curigaan, ada ruang luas yang bisa dibahas yaitu saat telur pindah tangan ke asistennya dan dibawa untuk dipecahkan ….sesuatu bisa terjadi..

Tetapi kalau nenek gegaokan merasa seperti tangan sang tabib nguyel-nguyel kakinya.. Masih belum bisa saya pahami. Apalagi kalau anda percaya, kami yang hadir disana mantan Penghusada Alternatip yang kadang bisa merasakan desiran alam sana…

Hasil pengobatan masih harus diuji lebih lanjut. Soal pengujian kami pakai ahli kedokteran.

Apa lagi yang akan bisa diperbuat kalau – kemo atau nano selama ternyata sudah bisa dipatahkan oleh bala tentara sel kanker.

Mudah-mudahan Ritual Potong Telor Angsa – adalah jalan keluarnya.

Kata penyanyi yang saya sukai Agnes Monica – Tanpa Logika.. Tapi… mau apa lagi..

Advertisements

Tak Putus dirundung Gledek


Hari Jumat 21 Desember 2012 - hujan masih enggan menghentikan 
curahannya. Saya beringsut turun dari lantai 15, langsung berpayung dan 
niatnya masuk mobil. Tapi pintu mobil kok ndak bisa dibuka pakai remote 
control.

Mulai deh panik digedein, sampai sampai kurang memperhatikan sapaan 
rekan sekantor.

Saya perhatikan..

Lampu pada spion berkelip-kelip seperti tanda alarm aktip lantaran ada 
usaha memasuki pintu dengan paksa.

Tapi saya tidak melihat keanehan misalnya usaha pencurian. Tidak sama 
sekali..

Kalaupun aneh, GPS mobil yang menempel kaca sudah copot dari dudukan, 
dan mangkokannya mengeram tepat pada mangkuk bekas sarapan havermut 
saya. Ini aneh, melihat jarak mangkok-dudukan alat yang menempel erat di 
kaca sampai bisa bikin mencelat sejauh 40cm dan plung, ikut mencicipi 
koretan havermut.

Mobil saya start, tidak ada respons...

Boleh jadi petir menghantam kendaraan yang diparkir dipelataran luar. 
Lantaran Alarm yang disetel “mute:” berakibat lampu alert menyala tanpa 
pernah menarik perhatian sampai aki melemah.

Mobil memang hidup kembali dengan mudah saat dipancing dengat teknik 
Jumper. Kabelnya juga minjem - sebab jumper yang ditaruh dalam bagasi 
ikutan terkunci saat aki kendaraan soak. Aki masih diberi tulisan oleh 
putra saya Satrio 21-Jan-2012 artinya baru sebelas bulan.

Setelah keadaan tenang terkendali, GPS saya nyalakan... ternyata sudah 
menjadi Mendiang GPS. Semoga saya diberi ketabahan.

Akan tetapi yang bikin teori saya soal geledek-menggeledek itu lemah.... 
pasalnya mobil yang lencang kanandan lencang kiri - distart angsung 
"brum" mulus tanpa masalah...

Saya seperti tak habis dirundung Geledek..

Rumah saya di Bekasi, kalau berani menyalakan alat listrik sewaktu hujan 
lebat... Resiko ditanggung sendiri - Laptop-pemanas air, Kulkas, CCTV, 
Bel Rumah sudah menjadi saksi kebrutalan putra petir ini.

Dalam bulan Desember 2012, saya mencatat 3 kabin Mudlogging perusahaan 
kami yang jebol disambar geledek.

Dua puluh tahun lalu catatan saya menulis setiap bulan April,dua tahun 
berturut-turut unit Container MudLogging kami mengalami kerusakan akibat 
geledek.

Waktu kos di Yogya... saat mendengarkan radio Geronimo mengalunkan lagu 
Roberta Flack - Killing Me Softly - mendadak radio transistor saya (batu 
baterei 6), langsung almarhum sesaat kilat menyambar. (semoga saya 
diberi ketabahan menerima muzibah ini).

Montir radio di Mbeji (Beji) saya ceritakan kejadiaannya melihat saya 
sebagai pembual bin halusinasi binti halitosis - maunya mereka radio 
baru bermasalah kalau saat dicolok listrik lantas kesambar gledek. Tapi 
kalau radio baterei mana bisa. Nyatanya bisa.

Kalau GR dot Com...Jangan-jangan saya keturunan Pangeran Anis....

Celana bikinan Luar Negeri


Soal celana panjang sepanjang ingatan saya hanya bisa “ngupah ke teylor” 
- kalau nekad beli jadi di toko, maka terjadilah malapetaka ketidak 
sinkronan antara ukuran perut dengan panjang celana.


Disebuah toko dinegara tetangga yang barusan mengalahkan Thailand dalam 
urusan “Bal-Balan” - saya masuk toko menemani keluarga. Lantaran iseng 
menjadi Pelengkap Penderita yang cuma bisa tarik dompet, teken slip 
pembelian sambil tarik napas berat maka saya latah dan iseng mencari 
celana panjang.


Penjaga toko yang selain jual pakaian juga biskuit ini cuma melirik 
selintas sudah bisa menentukan ukuran celana saya dan "voila" ukurannya 
pas tak tercela..


Hari itu rasanya lega hati ini bak melihat kesebelasan sepak bola 
Indonesia menang mengalahkan Malaysia dan Korea Selatan sekaligus.


Dan sekali lagi aku menyesali, butuh ratusan kilometer aku terbang - 
kenapa dapet-dapetnya celana disini????- Maka saya catat toko dinegeri 
ini sebagai “yang mengerti dengan orang yang tinggi badannya bermasalah..”


“You are lucky.. this model just arrived yesterday,” kata encik 
supervisornya sambil menscan barcode dan membungkus pesanan saya. Entah 
apa bedanya celana pria antara model kemarin dengan model setahun lalu, 
atau satu repelita sekaligus.


Genap dua bulan celana kebanggaan saya - menyadarkan aku sejatinya “made 
in Indonesia” seperti label yang tertulis didalamnya.

Bank itu namanya KIM


Dimusim liburan ini saya ke sebuah mal di Jakarta Barat. Bukan 
blanja-blanji melainkan mencairkan cek yang sebagian milik teman-teman. 
Pekerjaan yang tidak masuk JOBDES saya- tetapi kalau mengingat liburan 
NATAL yang bakalan mengular panjangnya, maka kami harus siap-siap 
“cash”. Beberapa jam setelah kepergian saya, hujan langsung turun, dan 
motor sampai pada masuk jalan tol..

Coba saya tunda sebentar saja.. maka urung sudah rencana kirim fulus 
yang dinanti-nanti beberapa teman..

Jam Sepuluh, bank sudah mulai menerima transaksi. Saya masuk dideretan 
antrean. Sambil nyeruput Kopi ber Voucher Internet Akses Gratis. Lha 
datang jam 08:00 Mal juga baru dipel.. Cuma warung kopi bule yang sudah 
aktip.

Didepan saya ada seorang bapak yang nampaknya klik diajak ngobrol.

Bank ini termasuk yang “mengubah paradigma” selama ini. Yang mengucap 
kata tanda kutip adalah seorang bapak yang antrean didepan saya dan 
ternyata “mudahan betul” dari bank yang sama.

Tetapi jujur saja lho baik saya dan teman dikantor masih belum ngeh - 
bahwa bank dengan embel-embel Syariah - nyatanya proses transaksinya 
Ribettt sekalipun biasanya mendompleng nama yang induknya.

Saya pernah "dituding" menelantarkan beberapa tenaga Konsultan kami yang 
dari awal “deal” kerja kami teriak-teriak - minta nomor rekening dari 
bank “B**” sebab itu bank resmi kami dan kontrol uang mudah dilakukan. 
Mereka tetap ngotot pakai Bank lain sehingga selalu saja ada salah 
sambung dan berakhir ribet deh.

Seorang sahabat saya, lebih membingungkan lagi ketika kami akan 
mentransfer uang - beliau keukeuh untuk dikirim ke rekening Bank KIM...

Sebelum terjadi kesalahan, saya minta eja nama banknya... Setidaknya 
diemail/scan bagian belakang buku tabungan yang ada nomor dan nama 
banknya. Jawabannya - aku ndak punya email.. Akhirnya komunikasi pakai 
Text.. dan Voice.

"Cirebon, Indramayu, Magelang, Bandung - sing kuwi lho - mantan Lippo 
Bank.." kata suara diujung sana.

Deg....

Kalau Chotbah menjadi Kotbah

Kalau Chairul menjadi Kairul

Tetapi kalau CIMB mbok yao jangan dizolimi menjadi KIM(B)- apa kalau 
ditambahi jadi Kim Syariah...

Susahnya kalau Orangnya Satu HP-nya Banyak


Setengah harian saya berada di centra jual beli HP di Jakarta Barat - 
Roxy. Mereparasi perangkat BB saya. BB ini pernah kehujanan dalam 
backpack dan terendam air, tetapi masih digdaya. Tapi kok melihat Tato 
disana sini saya memutuskan ganti casing dengan yang "lisik" - mulus 
(citayam)

Pekerjaan yang dijanjikan 30 menit membuat saya memilih duduk sambil 
memperhatikan aktivitas "konter HP" sekeliling. Nampak sepi, nampak 
tidak mungkin meraup untung, nyatanya mereka tetap eksis dan "kaya". 
Tapi sebetulnya saya sedang memikirkan seorang konter HP mampu menulis 
Novel humor kehidupannya menjadi pelayan Konter.

Gedubrak...Seorang anak muda datang - langsung merangsek disebelah saya 
dengan meletakkan sebuah BB bergaransi dan sebuah Galaxy 1 yang masa 
garansinya selesai pada bulan Mei 2013. Ia bermaksud "barter" tetapi ia 
masih harus nombok 1 Satu Setengah Juta+ satu perangkat BB97. Eh rupanya 
dia tergolong pelanggan kecomelan - “*KoH Guwa denger elo ambil master 
di Mining Australia, ngapain cuma jualan HP?*” -

Si Counter kecut menjawab “*bosen: kerja di Pertambangan...*”

Saya seperti tersentil... Sial bener...

Lalu saya gantian menyahut - Maap kata nih (ikutan karakter haji 
mahyudin) ..Aku ngebleng (blank) soal Note1 apalagi Note2, bedanya apa 
sih sampai anda rela tukar BB dan cash 1,5 juta untuk barter ala tawuran 
(ada barter masih pakai duit).

Jawabannya- “Pekerjaan pak!” - kalau designer - butuh yang bisa 
“ngegambar..”

Lalu matanya dan telunjuknya mengarah ke layar HP. Terdengar suaranya 
kakak kekek.. Lho kok mirip Angry Bird. Anggap saja dia designer game 
Smartphone.

Perasaan badan saya sudah tipis digesek oleh pengunjung lain yang lalu 
lalang di kawasan mirip gang senggol. Tapi BB belum kelar-kelar juga. 
Seorang peempuan bawa baki menyeruduk di- Gang Senggol - sambil 
menawarkan "Makan Siang- Bisa di antar!"

Saya membolak balik address HP saya, hasil koleksi puluhan tahun, bisa 
menghasilkan sekitar 2 ribu alamat. Tidak yakin sebagian masih eksis. 
Sebagian hasil kopi dari Simcard yang dulu cuma bisa 100 alamat dan 
tulis nama musti singkat.

Untuk alamat Rumah Sakit saya sukses secara idiot mulai dengan awalan “R”

Rumah Sakit Hermina

Rumah Sakit Hernia

Rumah Sakit KO

Rumah Sakit BAB

.... dan seterusnya.. Akibatnya kalau saya tekan "R" musti berkutat 
lama. Klinik masuk rumah sakit, pangkalnya "R:"

Lalu karena pergaulan saya dikalangan ibu-ibu teman istri, maka saya 
tulis alamat mereka sebagai:

Bu Siti

Bu Romlah

Bu Bakir 1

Bu Bakir 2 - Kalau Bu Bakir punya Hp lebih dari satu.

...dan seterusnya akibatnya kalau mau cari nama seorang ibu saya harus 
padat merayap mencari satu persatu...

Giliran mengidentifikasi HP istri yang serenteng, terpaksa saya memberi 
kode providernya..

Istri XL

Istri S(untuk Simpati)

Istri M (untuk Mentari)

Tapi yen dipikir-pikir ini istri apa ukuran sandal jepit...

Saya ganti lagi dengan memberi nomor urut..

Istri 1

Istri 2

Istri 3

Istri 4

Giliran HP ke lima saya kebingungan (kan biar adil boleh cuma 4), 
apalagi kesannya saya seperti "tweeter" pengusaha Ayam Bakar dari 
Surakarta.

Jadi untuk HP yang terakhir milik istri saya tulis begini..

“Istri SIMPA”

Persoalannya - kalau tilpun berdering dari HP ke lima -munculnya

Istri SIMPA... Istri Simpa...dan sering otak ini meneruskan Istri 
Simpanan....

Padahal saya ya dari Genus Erectus Monogamikus.