Meludah Kekiri sebagai Tulak Bala


Korek api gas terkadang dipakai sebagai pematik api tungku Chromatograph yang membandel atau sebagai check respose gas detector. mimbar saputro

MELUDAH KEKIRI, TENDANG BAN, BUANG GARAM KEBELAKANG sebagai sarana Tulak Bala(k)

Saat menyaksikan interview kapten Sukhoi- Alek Yablontsev – bahwa setiap akan melakukan penerbangan Ia akan meludah kekiri – sebagi “buang balak” – bahasa Palembang – buang sial.

Tentu tidak jelas, apakah pada penerbangan kedua – pilot senior ini mungkin menganggap meludah kekiri sudah tidak berlaku lagi.

Dalam perjalanan dari Surabaya ke Cepu, bertepatan kehamilan adik Ipar, yang sekarang putranya sudah berusia sudah 13 tahun lebih – Hatta di tengah jalan, Supir yang akan membawa kami ke Pertamina Cepu untuk memperkenalkan jasa MWD Electromagnetic system – minta ijin turun sebentar di Bojonegoro untuk beli air minum.

Kesempatan ini saya gunakan berputar kekiri lalu saya menendang BAN satu persatu untuk memastikan semua dalam keadaan tidak kempes.

Howard rekan Bule seperjalanan saya, langsung komentar – Kamu Tadi Pasti melakukan ritual “buang sial ya..” – Sial bener saya dituduh BOMOH pa ya? padahal yang saya lakukan adalah meniru para supir truk kalau periksa keadaan kendaraannya memang dengan cara menedang ban. Pasalnya kalau dipencet tangan, ya tidak ngaruh.

Lantas di lapangan minyak. Seorang MudLogger (kini Wellsite Geologist) Pinoy, punya perilaku lumayan buat disimak.

Manakala peralatan kami mengalami masalah – kita bicara 32 jenis sensor yang tiap hari ada saja yang trouble, maka ia akan berlari ke dapur lalu membawa kembali ke kabin kerja. Garam akan dilempar ke belakang tanpa menoleh. Lalu dia akan memutari kabin yang berukuran 10m x 3m sambil lagi-lagi melempar garam kebelakang.

Saya sendiri lebih percaya mengelus peralatan MudLogging saya sambil “cakap-cakap” sebetulnya self motivation, sebab sambil mengelus peralatan terkadang nampak ada alat yang mungkin somplak, butuh reparasi. Dan ini saya lakukan sampai 30tahun lebih

Advertisements