Foto Siapa


Sambil memotret keluarga kadang saya iseng menembak ke obyek lain. Kejadiannya di Bandara Changi. Waktu boarding nyaris 30menit lagi, tetapi oleh pasangan saya tidak dilepaskan begitu saja, seperti biasalah alasannya : sedang discount apalagi di Changi harga selalu setengah miring ketimbang diluaran sana. Atau kalau tidak untuk keperluan sendiri, ada saja alasannya ibu si A nitip, adik B nutup. Dalilnya ke Changi harus ada kartu kredit yang digesek.

Ketika memotret istri disebelahnya ada sedikit gaduh seperti ada  bancakan (jawa) – Bancakan =selametan dengan nasi dan urap. Cuma kalau dulu Nasi satu kerucut dipinggirnya ada urap dan  suwiran ayam itu sudah tergolong makanan “Peng Pengan” alias Top Markotop.  Tapi gairah dan mata berbinar lantaran sepertinya ada Santa Klaus kepagian datang lantas bagi-bagi parfum prodeo. Kalau kata wong Palembang, Parfum cap “Tanpo Beban” – maksudnya beban bayar dari kocek sendiri.

Tapi mata kamera saku saya menangkap ada salah satu tokoh yang memang saya mengaguminya karena cerdas, dan perempuan ini cantik “pisan”- pembuat berita yang sebat sebet. Kadang menangis, kadang berduet, kadang “teman dekatnya” diudak-udak nyamuk pers.

Enak juga rasanya jadi PapaRazi (kalau ndak digebukin orang)

mimbar saputro yahoo com au

Advertisements