Manfaat Jalan Pagi (1)


Mencari Tanaman Obat

Kepada keluarga saya mengatakan “mau bayar utang” sebab sudah sejak Desember 2010 saya pikir saya banyak absen jalan kaki. Bahkan sebuah majalah berita yang biasa saya beli tiap minggupun pernah satu umuran jagung tidak pernah saya beli, sampai sampai pengasong di jalan Mampang Prapatan komplin “pak kenapa tidak pernah beli majalah apakah sudah lari ke pelanggan lain?”.

Manfaat lain dari jalan kaki saya dapat biasanya sering “penuh surprise” misalnya jalan aspal yang biasa-biasa saja kerapkali menimbulkan cetusan ide menulis di Blog.

Daerah yang saya pakai sebagai rute jalan pagi namanya Heritage Trail.

Pengembang berusaha mengembalikan kawasan ini seperti jaman dulu. Punggol (1800 ) aselinya daerah pemukiman tertua ketika Singapura mulai berbentuk negara. harimau, babi hutan, ular, biawak adalah penghuni kawasan ini. Harimau tidak bakalan ditemui sebab menurut catatan pada 1930 adalah harimau terakhir alam liar yang korban perburuan sebab hadiahnya $20 per kepala yang kemudian dinaikkan menjadi $50 sampai akhirnya $100. Tak ayal jumlah harimau menyusut sampai titik nol.

Dalam catatan koran Singapora tertua pada 8 September 1831 seorang Cina mati dimangsa harimau. Saat itu kawasan Singapur dan Malaysia adalah hutan lebat. Sebagai mahluk jago renang, dengan mudah mamalia menyeberangi selat Johor bergerak dari Punggol (Singapore sekarang) ke pulau Johor.

Lantaran rumah nelayan biasanya sudah ambruk, terpaksa di rekonstruksi ulang nelayan dulu berteduh sambil menjahit jala yang rusak

Buaya terbesar diperkirakan 7meter panjangnya terakhir nampak pada 1960. Babi hutan sudah lama dimangsa manusia. Saya sendiri baru bertemu biawak kecil yang mengendap kalau saya berjalan dekat mereka.

Bahkan dulu di 1980-an ada restoran Makanan laut yang kondang.

Saya sendiri hanya bisa melihat satu komplek budidaya ikan laut di kawasan ini yang ditulisi “(FISH POND 24hr).”

Dalam foto nampak Suami (berjongkok) dan Istrinya memegang tas kresek sedang menyabuti tanaman obat. Warga Singapore sebagian masih memiliki keahlian pengobatan dengan daun-daunan.

Sebetulnya perbuatan ini tidak dibenarkan akan merusak tanaman lain dari taman yang susah payah dirawat.

Bahkan sungai di seberang jalanpun tidak boleh dipancingi tidak boleh memberi makan pada ikan-ikan disungai, termasuk burung-burung diangkasa sebab menyebabkan mereka jadi ketergantungan pakan pada manusia,  Gemuk, Malas dan Penyakitan. Padahal kita maunya meliat burung seperti aselinya di alam bebas, serba liar…

Punggol 9-Des-2011
mimbar <dot> saputro  <at> yahoo <dot> com <dot> au

Advertisements