Mana Bole – Bayar (Kopi) pakai Coin


If you order one bag COFFEE - you got coffee+milk+sugar

Tadi pagi sekitar jam 05:30 tanggal 5 Desember 2011, disebuah kedai kopi di Punggol saya antre beli kopi untuk dibawa pulang (take away). Kebetulan kantong celana sudah berat dan berisik terisi oleh koin nominal 5 sen,10 sen, 50 sen, 100 sen. Pikir biar entengan dikit agar celna tidak cenderung melorot ke kekanan maka saya ambil 20kali 5sen koin. Tiga wanita senior -rambut harus keriting dan dipotong pendek- kadang bekas semiran mulai nampak nampak menceracau dalam bahasa Kek (ini gagah-gagahan biar saya dibilang tahu Mandarin…)

Lantas sang kasir, menoleh kepada saya dan bicara dalam bahasa melayu : Mana Bole Bayar Pakai Ini…

Kepriben Iki.. Duitnya clong-kinclong, tulisannya Republic od Singapore, dapatnya dari toko toko mereka semua. Sebagian supermarket. Kekuatiran timbul, jangan-jangan saya dikira pengedar uang 5 senan palsu.. Owalahhh..

“lada latul, bole pakai forty sen, les you pay 20sen.. Ati-ati bayar..Makin syusah…latul”

Kamus kepala saya mereka-reka.. (dan baru ngeh sejam kemudian).. Ada Aturan, hanya boleh bayar maksimal 4×5 sen, sisanya harus pakai koin yang lebih besar misal 20 sen).  Akhirnya saya pulang dengan celana pendek masih melorot sebelah…

Sekalipun sering dengar soal perbedaan order kopi (hitam) di kantin Hidayatullan – Belakang gedung SCB Jakarta dengan kopi (hitam) di kedai macam Kopitiam, tetapi saya tetap keliru juga.

Kalau kita order One Bag atau One Glass of coffee – Zonder tanya, cuuur – anda dikasih kopi+susu kental manis. jadi kalau anda suka kopi hitam macam di Jakarta, menyebutnya harus Kopi “O” – Kalau order Black Coffee, ya kopi Itam Tanpa Milk dan Manis.. Kalau Kopi Kosong bukan berarti anda order gelas kosong (untuk menuangkan kopi yang terlampau umup-umup panas) melainkan Kopi Hitam Pekat dan PAHIT..

Advertisements