Nyaris Kejatuhan UFO (Unidentified Falling Object)


IMG-20111202-00017
Bungkusan melayang nyaris menimpa kepala penulis saat berada di bawah sebuah apartemen Singapura

Plok…Tadi siang menjelang sore sebuah bungkusan melayang dan jatuh tidak jauh dari saya berdiri. Lalu saya mendongak melihat siapa gerangan manusia ceroboh pemiliknya. Jendela jendela dari Apartemen berlantai 18 ini seperti membisu. Lalu ingat pengalaman nona Kelly Tan, seorang penghuni apartemen di Singapore pernah nyaris pingsan. ketika berjalan di Apartemennya  – sebuah potongan apel menghantam kepalanya sampai keliyengan.

Seprai basah ini mendarat di tiang bambu jemuran kami di HDB flat lantai 3. semalam hujan lebat, nampaknya benda ini terbang bisa jadi dari lantai 18. Bayangkan kalau ada pejalan kaki berada dibawahnya.

Semalam 2.12.2011 sekitar pukul 23:00 saat badai dan hujan mengguyur Singapur, lalu terdengar seperti barang terjatuh dan menimpa sesuatu diluar sana. Selembar kain nampaknya seprei (basah) terbang dari ketinggian sana bersama dengan tongkat penyangga jemuran (aluminum). Rupanya benda ini menyangkut di bambu jemuran kami di lantai 3 sehingga bisa saya abadikan. Tidak yakin saya akan ada pemilik yang mengklaim benda ini. Mereka pasti takut disalahkan. Anda bayangkan seprei basah dengan ujungnya ada tongkat aluminum yang kokoh lalu menimpa tubuh kita yang berjalan dibawahnya. Mautpun bisa terjadi.

      Sebetulnya pengelola apartemen di Singapura sudah memberikan fasilitas berupa jalan AMAN dan jalur tak aman. Jalur tak aman biasanya dibatasi oleh Garis Hitam, lalu lantainya di floor. Disebut tak aman lantaran nun jauh diatas ada gantungan batang bambu tempat menjemur pakaian para penghuni. Kejatuhan tetesan celana dalam cucian encim jelas dingin-dingin basah. tetapi ketiban cucian dengan jemuran berupa batang bambu sepanjang 3meter jelas bukan urusan kecil.
      Sementara Jalur aman umumnya di beri ubin.
      Tapi manalah saya “ngeh” dengan aturan ini padahal berulangkali diingatkan penghuni lama. Suatu siang hujan gerimis, mungkin pikirans aya sedang melayang tanpa sadar kaki sudah bergeser ke jalan yang difloor. Sebab dalam benak, jalan di flur sudah mewah banget. Akibatnya kelapa gundul saya yang sudah dipakai 60tahun (hampir) – nyaris tersambar benda jatuh yang entah sengaja dilempar atau tidak oleh penghuni apartemen. Mengingat apartemen di Singapura rata-rata 18-20 lantai, tak heran UDO alias benda jatohan ini bisa berbahaya.
    Tak heran kalau di Singapura mending pakai prinsip. Stop, Look and Listen.
Advertisements