Ketika harus pensiun (LAGI)


Hari Jumat 25.11.2011 kami diinstruksikan untuk berbenah karena ada group anak bungsu yang akan masuk ke sarang Perusahaan. Dimana-mana kata bungsu – biasanya lebih menangan. Sang kakak yang harus mengalah. Singkatnya kami disuruh pindah. Kepada bekas anak buah saya, saya bergurau, kalau saya sih langsung di Oonslag (keluar).

Lantas sayapun sebat-sebet mencari kardus untuk bungkus peralatan kantor yang tidak seberapa. Ternyata office boy hanya bisa memberikan jatah tiga kardus saja. Jelas cuma bisa mengisi separuh barang inventaris kantor. Tak mengapa sisanya dijanjikan datang oleh supplier.

Lalu supir saya untuk ikutan bebenah sementara saya masih mengecek ** bakal invoice** ke Pertamina Rejion Jawa dan Rejion Kalimantan.

Sesekali Laptop yang sudah dilepaskan dari dockingnya saya lihat..

Barang Inventaris MUDLOGGING yang saya tinggalkanDan sebuah email masuk pada 10:45 pagi. Isinya akan melakukan pertemuan BIPARTIT – status kepegawaian saya. Brrrrr.. dipanggil bertemu oleh pihak kepegawaian, jangan berharap anda akan naik pangkat, naik gaji, atau seperti kata Sahrini “yang sesuatu banget.. Biasanya hanya satu… Onslaag – ini bahasa Belanda sok-sokan saya untuk kata diberhentikan baik secara hormat, tidak hormat maupun cuma menundukkan kepala. Dan kalau bagian kepegawaian sudah punya mau untuk hal yang satu ini, anda sembunyi ke bukit Sinaipun akan mereka buru dan sergap.

Lha rak tenan (Betul saja), sekarang masuk SMS, saya diminta ONTIME – mengatakan kesediaan untuk bertemu lepas salat Jumat yaitu pukul 13:30. Saya jawab “Bisa Sekali Ibu… Bisa Sekali Ibu…” – Kita harus mengerti, bukan pekerjaan yang mudah memutuskan hubungan kerja pada teman yang sudah lama bergaul. Tetapi perusahaan harus berjalan, sentimental harus dikesampingkan. Saya harus mempermudah pekerjaan para BiPartit (opo iki aku ora ngerti).

Kalau menurut catatan, ini boleh dibilang “pensiun ke 3.” Setelah pensiun dari perusahaan lama pada 2004, lalu saya pindah ke Australia. Lantaran ijin kerja sulit masuk sana. Saya masuk melalui kantor Jakarta. Dua tahun sebagai pekerja pinjaman maka Mei 2006 saya mulai menapak ke Perth. Hanya dua tahun di Perth, Indonesia membutuhkan tenaga untuk mengembangkan divisi SLS.

Ada dua calon sebetulnya tetapi calon pertama lebih suka pakai Sepatu Cowboy, Rambut di kucir. Kurang “kantoran” kata orang. Teman saya yang bekerja di Selandia Baru ini tersingkir.

Barang Inventaris Directional Drilling. Sementara barang Inventaris Special Pore Pressure Prediction sudah masuk kotak.Kepada pimpinan saya menceritakan bahwa SLS akan sulit berkembang disana lantaran menganut sistem “The Lowest The Winner”. Perintah adalah perintah, dan harus dilihat enaknya. Misalnya ketemu dengan keluarga sampai jelek.. Maksudnya kenapa kalau ketemu keluarga biasanya malahan ribut. Apalagi kontrak saya dengan Jakarta cuma satu tahun yang berakhir 2009.

Kenyataannya kontrak baru di kulik November 2011 – jadi sudah lumayan sekali.

Satu lagi kalau ada “term” dalam bidang kepegawaian mengatakan “One Month Notice” – sebaiknya dibaca sebagai “One Minute Notice” – dan kalau palu “kontrak (super) habis” sudah jatuh, perusahaan tidak akan suka melihat anda sebulan gentayangan di kantor – sebab anda sudah menjadi slilit.

Slilit adalah kalau ada daging kalkun panggang diberi saus yang harum baunya, lantas anda makan. Ketika sedetik kemudian menyelip digigi, maka jangan pernah berfikir daging slilit tadi masih bernama Kalkun.

Life in Petroleum Industry – as much as Mudlogger as me is interesting. You are following the SADDLE path… From bottom line come up.. then all sudden dropped.. Other word it keep you in challenge

Advertisements