Plat Nomor Srikandi Ajar Memanah


Setelah cukup setengah tahunan (April 2011) maka jalanan Jakarta sudah terbiasa melihat kendaraan dengan 3 huruf di belakangnya (dulu cuma dua). Bahkan tidak ada yang menganggap perlu dijadikan bahan diskusi para pengamat lalu lintas ketika ukuran plat nomor kendaraan menjadi molor 5 cm dari yang lama. Alasannya agar penulisan nomor tidak berdesakan.

Kalau membaca selebaran yang dilansir oleh harian macam Kompas atau situs Detik maka bahan baku TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) adalah bahan aluminum setebal 1mm terdiri dari dua baris. Baris pertama kode wilayah, nomor polisi dan kode seri wilayah, baris kedua menunjuk masa berlaku kendaraan. Misalnya B-272-CJA mengacu pada C= Tangerang, J= kendaraan jenis Jeep sementara A, hurup acak yang diberikan sebagai pembeda.

Tapi, melihat ada ruang kosong pada pelat nomor baru, para ahli pemasaran dan iklan yang kreatip mulai membonceng pada pelat nomor dengan pesan-pesan kadang tidak nyambung.

Misalnya menambahkan kata PT SRIKANDI AJAR MANAH, kan secara sesuatu aneh banget… Jangan-jangan dibiarkan kelak kita membutuhkan plat nomor lebih besar dan lebih panjang lagi…

U-jakUt
B-jakBar
P-jakPus
S-jakSel
T-jakTim
E-dEpok
N-Kabupaten Tangerang
C-Tangerang Kota
V-Tangerang kota
K-Bekasi Kota
F-Bekasi Kabupaten
W- Tangerang Selatan

Sedang huruf ditengah
A=bromfiet
B-Minibus
V=minibus
J-Jip
D-Truk
T-Taksi
U-Mobil dinas
Q-mobil dinas

Hurup akhir
hanya diberikan secara acak

Advertisements